Gus Yasin Pastikan Kasus Kekerasan Seksual Oknum Pengasuh Pesantren Pati Dikawal Tuntas
- calendar_month 23 menit yang lalu

Wagub Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan dan Pendampingan Hukum Korban
BNews-JATENG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan komitmennya untuk mengawal tuntas kasus kekerasan seksual yang melibatkan oknum pengasuh pondok pesantren berinisial AS di Kabupaten Pati.
Selain memastikan proses hukum berjalan, Taj Yasin juga menekankan pentingnya keberlanjutan pendidikan bagi para korban agar masa depan mereka tetap terjaga.
“Yang lebih penting adalah masyarakat yang menjadi korban, karena mereka masih anak-anak, masih usia sekolah, kita harus memastikan mereka masih berani untuk sekolah, ini yang paling penting karena masa depan mereka masih panjang,” kata Taj Yasin saat acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jawa Tengah di The SURI Ballroom Queencity Kota Semarang, Kamis, 7 Mei 2026.
Gus Yasin Apresiasi Keberanian Korban dan Pendamping
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengapresiasi keberanian para korban serta pendamping dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi, termasuk Nahdlatul Ulama (NU), yang ikut membantu mengungkap kasus tersebut ke publik.
“Kami apresiasi kepada masyarakat yang gerak bersama-sama mengajak korban untuk berani berbicara,” kata.
Dalam kesempatan itu, Pemprov Jateng juga menegaskan terus mengoptimalkan Program Kecamatan Berdaya sebagai garda terdepan perlindungan kelompok rentan.
Program tersebut fokus pada pemberdayaan dan pendampingan hukum bagi anak-anak, perempuan, lansia, serta penyandang disabilitas.
“Kami sudah bekerja sama dengan NU dan Muhammadiyah melalui Fatayat, Muslimat, maupun Aisyiyah untuk melatih paralegal di 35 kabupaten/kota,” ujarnya.
Pemprov Jateng Lakukan Deteksi Dini di Sekolah
Tak hanya di lingkungan pesantren, langkah pencegahan juga dilakukan di sekolah umum melalui skema deteksi dini kesehatan.
Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan screening guna mengidentifikasi potensi kekerasan seksual maupun perundungan di lingkungan pendidikan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Menanggapi kondisi mayoritas korban yang berasal dari keluarga kurang mampu dan yatim, Wagub Jateng memastikan pemerintah akan memberikan dukungan pendidikan secara penuh.
“Insyaallah, kami berkomitmen bahwa masyarakat yang tidak mampu akan kita beri biaya sekolah dengan gratis semuanya,” jelas Wagub.
Program Tilik Pesantren Diperkuat
Dalam upaya memperkuat pengawasan di lingkungan pondok pesantren, Pemprov Jateng juga menggandeng Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah (RMI) melalui program Tilik Pesantren.
Program tersebut rutin memberikan edukasi kepada pengasuh pondok pesantren terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Besok tanggal 10 Mei, melalui RMI Putri, kami kembali melakukan kolaborasi di Banjarnegara untuk menyisir pesantren-pesantren; di wilayah Jawa Tengah bagian barat,” tambahnya.
Secara regulasi, Gus Yasin menyebut Jawa Tengah telah memiliki Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga yang akan; terus dievaluasi dan diperkuat sebagai payung hukum perlindungan dari kekerasan, baik di lingkungan keluarga maupun lembaga pendidikan. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar