900 Warung Sudah Diusulkan, Program Blonjo Warung Tonggo Disambut Antusias
- calendar_month 33 menit yang lalu

ilustrasi ASN Pemkab Magelang belanjar di Warung Klontok Tetangga ikuti Program Blonjo Warung Tonggo
BNews-MAGELANG – Pemerintah Kabupaten Magelang melakukan soft launching dan sosialisasi Program Blonjo Warung Tonggo sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan pelaku usaha kecil dan UMKM.
Melalui program tersebut, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Magelang diharapkan berperan aktif dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat dengan berbelanja di warung sekitar tempat tinggalnya.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menjelaskan, tahap awal Program Blonjo Warung Tonggo difokuskan pada wilayah percontohan di Kelurahan Sawitan serta Desa Mendut dan Deyangan.
“Intinya adalah bagaimana kita semua, khususnya ASN bisa ikut berpartisipasi dalam mengamankan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata bupati.
Tahap Awal Fokus pada Tiga Wilayah Percontohan
Grengseng mengatakan, pada tahap awal pemerintah akan melakukan evaluasi dan intervensi, termasuk pengumpulan data serta penyempurnaan sistem sebelum program diterapkan lebih luas.
“Kita mulai dari tiga lokasi dulu. Dari sini kita kumpulkan data dan masukan untuk perbaikan sistem ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, Program Blonjo Warung Tonggo bukan sekadar program jangka pendek, melainkan gerakan kolektif yang diharapkan berjalan berkelanjutan.
Ia optimistis jika ASN mampu memberikan contoh dengan berbelanja di warung tetangga, langkah tersebut akan diikuti berbagai elemen masyarakat lainnya, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, tenaga pendidik, hingga kelompok masyarakat.
“Kalau ASN bisa meneladani, saya yakin yang lain akan ikut. Ini harus jadi gerakan bersama,” ajaknya.
Dorong UMKM dan Warung Kecil Tetap Bertahan
Melalui program ini, Pemkab Magelang ingin menjaga keberlangsungan usaha kecil seperti warung kelontong dan UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan tidak menolak perkembangan ritel modern, namun ingin memastikan pelaku usaha lokal tetap mampu bertahan dan berkembang.
Ke depan, sistem transaksi dalam program tersebut akan terus disempurnakan, termasuk melalui penerapan transaksi digital berbasis QRIS agar lebih mudah, transparan, dan akuntabel.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Dalam masa uji coba selama dua hingga tiga pekan, pemerintah juga membuka ruang kritik dan masukan dari berbagai pihak.
“Kami mohon masukan untuk penyempurnaan sistem. Setelah itu akan kita evaluasi,” kata Grengseng Pamuji.
Peluncuran resmi Program Blonjo Warung Tonggo dijadwalkan pada 20 Mei 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
“Saat itu kita harapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi berbasis masyarakat,” harapnya.
Ratusan UMKM Ikut Tahap Uji Coba
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang, Edi Wasono, menjelaskan sebanyak 155 pelaku UMKM dari Desa Mendut, Deyangan, dan Kelurahan Sawitan lolos dalam tahap uji coba program.
Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari total 266 usulan yang masuk.
“Yang terlibat ini adalah pelaku UMKM yang sudah siap, termasuk untuk transaksi non-tunai,” kata Edi Wasono.
Dalam skema program, ASN didorong mengalihkan sebagian pengeluaran ke dompet digital untuk kemudian digunakan bertransaksi langsung dengan pelaku UMKM di lingkungan sekitar.
“ASN nantinya belanja di warung terdekat dengan tempat tinggalnya. Ini untuk menggerakkan ekonomi lokal,” ungkapnya.
Edi menambahkan, program tersebut tidak menetapkan batas minimal transaksi sehingga ASN dapat menyesuaikan belanja sesuai kemampuan masing-masing.
“Tidak ada batas minimal. Semua diserahkan pada kesadaran masing-masing,” katanya.
Targetkan 1.000 ASN Bergabung
Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Magelang, Pujianto, menyampaikan evaluasi awal program ditargetkan dilakukan pada Juni 2026 untuk melihat dampak terhadap perputaran ekonomi UMKM.
Menurutnya, jumlah ASN yang terlibat akan ditingkatkan secara bertahap.
“Jumlah ASN yang terlibat akan ditingkatkan secara bertahap. Pada tahun ini, ditargetkan sekitar 1.000 ASN dapat bergabung, dan akan terus bertambah pada tahun berikutnya,” lanjutnya.
Hingga saat ini, sekitar 900 usulan warung dari ASN telah masuk dan akan melalui proses kurasi untuk memastikan program benar-benar menyasar usaha kecil.
“Yang kita dorong adalah warung kecil. Kalau yang besar sudah bisa bertahan sendiri,” tegas Pujianto.
Ia menambahkan, respons pelaku UMKM terhadap program tersebut cukup positif. Banyak pedagang yang antusias dan mulai beradaptasi dengan sistem transaksi digital.
“Para pedagang terlihat senang dan siap. Bahkan ada yang langsung membuka rekening untuk mendukung transaksi non-tunai,” tambahnya.
Program Blonjo Warung Tonggo diharapkan mampu menjadi gerakan kolektif yang memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Magelang, dimulai dari lingkungan terdekat melalui warung tetangga. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar