Berkas Lengkap, Kasus Kredit Fiktif Anggota DPRD Magelang Dilimpahkan ke Kejaksaan

BNews—MAGELANG— Tersangka dan alat bukti kasus korupsi kredit fiktif di PD BPR Bank Bapas 69 Magelang berinisial SN, 42, sudah dilimpahkan ke kejaksaan setempat alias P21. Anggota DPRD Kota Magelang ini diduga merugikan negara Rp11,6 miliar.

Kapolres Magelang AKBP Ronald A Purba melalui Kasatreskrim AKP Muhammad Alfan mengatakan, tersangka SN diduga telah memanipulasi data. Modusnya dengan menggunakan ratusan nama guna mengajukan perjanjian kredit antara PT Indonusa Telemedia dan perusahaan daerah Bank Bapas 69 Magelang, pada kurun waktu Mei 2018 hingga 2020 lalu.

”Ada 300 nama yang dicantumkan sebagai karyawan PT Indonusa Telemedia Magelang. Tetapi berdasarkan audit internal PT Bank Bapas 69, ditemukan 251 nama yang ternyata bukan karyawan PT Indonusa Telemedia,” katanya.

Alfan menjelaskan, nama-nama karyawan tersebut masing-masing diajukan pinjaman sebesar Rp 50 juta. Sementara 251 nama didapat dari salah satu karyawan PT Indonusa Telemedia atas suruhan tersangka SN agar mengaku sebagai karyawan dari perusahaan tersebut.

”Hasil penyelidikan yang sudah kita dilakukan dari 251 nama ini mengakibatkan kerugian negara sebesar 11.687.956.665 rupiah,” jelasnya.

Uang tersebut, lanjut Alfan, dibagikan ke orang-orang yang dipinjam namanya masing-masing Rp1,5 juta hingga Rp 2,5 juta. Sisanya untuk membeli dua bidang tanah,dan membayar angsuran kredit, serta keperluan pribadi.

Adapun barang bukti yang disita kepolisian diantaranya dokumen pengangkatan tersangka sebagai Cluster Manager di PT Indonusa Telemedia. Lalu dokumen terkait kerjasama kredit karyawan PT Indonusa Telemedia dengan PD BPR Bank Bapas 69 Magelang.

”Kemudian buku tabungan dan rekening koran milik tersangka, satu buah handphone dan ermpat buah dokumen tanah hak milik tersangka,” bebernya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Alfan menyebut, kasus korupsi kredit fiktif di Bank Bapas 69 Magelang telah dinyatakan lengkap (P21). Dan selanjutnya tersangka serta barang bukti menjadi tanggung jawab Kejaksaan Negeri Mungkid.

”Hari ini (kemarin) langsung kami limpahkan tersangka dan barang bukti dan selanjutnya menjadi tanggung jawab Kejari Kabupaten Magelang,” tegasnya.

Tersangka SN dikenakan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sebagaimana telah diubah Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 atas perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemerasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) KUHP.

”Ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda maksimal satu miliar rupiah,” pungkasnya. (hil/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: