Bikin Bangga, Kreasi Dua Gadis Polio Asal Salam Ini Tembus Pasar Nasional

BNews–SALAM– TANGAN Listianingsih, 26, terlihat begitu terampil. Cekatan memasukkan benang-benang menjadi sebuah kristik. Dia sangat irit bicara.

Menginjak usianya yang sudah 26 tahun, dia dan adiknya Sulastri, 24, tak banyak aktivitas di luar seperti kebanyakan gadis lainnya. Mereka banyak beraktifitas di rumah.

Hari-hari mereka dihabiskan dengan membuat kerajinan tangan. Aneka kerajinan kristik dan aneka souvenir homemade mereka buat dengan teliti. Hasilnya keren-keren.

Tak disangka, keduanya tidak memiliki kehidupan seperti orang pada umumnya. Sejak kecil, mereka didiagnosa menderita polio. Sejak itu, ledua kakak beradik asal Dusun Ngemplak Kidul Desa Sirahan Kecamatan Salam Kabupaten Magelang ini harus menempuh jalan hidup yang berbeda.

“Saya bersyukur, dengan segala keterbatasan ada secercah harapan baru, saat itu di tahun 2014 dengan uang tabungan seadanya, saya mencoba mencarikan kursi roda. Pemilik toko kursi roda iba mendengar cerita saya dan kemudian datang berkunjung ke rumah sambil membawa bahan bahan kerajinan kristik,” kata Listianingsih,

Melalui pemilik toko itulah diajarkan bagaimana cara merajut sebuah kristik, dan suvenir lain yang indah layak dijual. “Dulu sulit, tapi pelan pelan sekarang bisa,” ucap Listianingsih.

Melalui pemilik toko itulah diajarkan bagaimana cara merajut sebuah kristik, dan suvenir lain yang indah layak dijual. “Dulu sulit, tapi pelan pelan sekarang bisa,” ucap Listianingsih terbata.

Hasil kerajinan kedua gadis perkasa asal lereng Gunung Merapi itu laris dipesan kolektor dari berbagai kota di nusantara. Setiap satu buah lukisan kristik dibanderol mulai harga 750 ribu hingga jutaan rupiah tergantung kebutuhan bahan dan kesulitan dalam mengerjakannya.

“Ini menyelesaikan untuk pesanan dari Jakarta, Jambi, Kalimantan dan Bali,” imbuh Listianingsih.


Hasil kerajinan kedua gadis perkasa asal lereng Gunung Merapi itu laris dipesan kolektor dari berbagai kota di nusantara. Setiap satu buah lukisan kristik dibanderol mulai harga 750 ribu hingga jutaan rupiah tergantung kebutuhan bahan dan kesulitan dalam mengerjakannya.
“Ini menyelesaikan untuk pesanan dari Jakarta, Jambi, Kalimantan dan Bali,” imbuh Listianingsih.

Tidak hanya menjadi kreasi cantik saja, kerajinan kristik dan sovenir mereka juga menjadi rejeki bagi yang lain. Karena keterbatasannya, keduanya kerap meminta bantuan kepada ibu-ibu sekitar rumahnya agar target waktu yang sudah disepakati pemesan terpenuhi. (bn1/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: