Saat Progo Mengering, KSS3G Temanggung Pilih Sastra untuk Menggugah Kesadaran Lingkungan
- calendar_month 40 menit yang lalu

KSS3G Temanggung Gelar Pentas Sastra, Suarakan Kritik atas Kerusakan Lingkungan
BNews-JATENG– Keprihatinan terhadap semakin rusaknya lingkungan hidup disuarakan melalui panggung sastra. Komunitas Studi Sastra Tiga Gunung (KSS3G) Temanggung menggelar pentas seni bertajuk “Ketika Progo Mengering, Sastra Harus Bicara” di Taman Kali Progo, Temanggung, Minggu (28/6/2026), dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup.
Pentas seni tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan, mulai dari pembacaan puisi, cerpen, pantomim, hingga teater. Seluruh karya yang dipentaskan menjadi media refleksi sekaligus kritik terhadap berbagai persoalan lingkungan, seperti kerusakan ekosistem, pencemaran, perubahan iklim, hingga eksploitasi sumber daya alam.
Kegiatan ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari guru, seniman, aktivis lingkungan, mahasiswa, hingga pelajar. Melalui karya sastra dan seni pertunjukan, para peserta menyampaikan kegelisahan yang sama terhadap kondisi lingkungan yang terus mengalami degradasi.
Ketua KSS3G Temanggung, Asrul Sanie, mengatakan pemilihan momentum Bulan Lingkungan Hidup bertujuan mengajak masyarakat kembali menaruh perhatian terhadap kondisi alam yang semakin memprihatinkan.
“Maksud dan tujuannya untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup. Kemudian sambil kita menengok kembali alam kita seperti apa. Hari-hari ini ekosistem rusak, polusi, perubahan iklim, dan bencana sering terjadi di sekitar kita. Ini adalah langkah kecil kita sebagai wujud perhatian kepada alam,” ujar Asrul.
Menurutnya, sastra memiliki kekuatan sebagai media penyadaran sosial karena mampu mengajak masyarakat merenungkan hubungan manusia dengan alam.
“Sastra adalah cara kita menyikapi kehidupan. Kebetulan bulan Juni merupakan Bulan Lingkungan Hidup, sehingga tema ini sangat relevan. Harapannya masyarakat semakin menyadari bahwa lingkungan kita sedang mengalami kerusakan dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaganya,” tambahnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Berbagai karya yang dipentaskan membawa pesan kuat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya puisi “Tanah Hutan Hanya Warisan Cerita” yang dibacakan Angelina Meisa, peserta berdarah Papua.
Puisi tersebut menggambarkan luka akibat kerusakan hutan di Papua. Karya itu terinspirasi dari kisah yang didengar langsung dari ayahnya yang hingga kini masih tinggal di Papua.
Kritik terhadap eksploitasi alam juga disampaikan melalui pembacaan cerpen “Kalang Kabut” karya Bayu Tholafudin. Cerita tersebut mengisahkan seorang pekebun karet yang mengeksploitasi lahan secara berlebihan hingga menyebabkan kerusakan lingkungan.
Sementara itu, puisi satir “Sumpah Serapah Sampah” karya Adi menyentil rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Pesan pelestarian alam semakin kuat melalui penampilan Teater Hayat yang membawakan naskah “Kerakusan Penyebab Kerusakan” garapan sutradara Christanta. Pertunjukan tersebut mengangkat tema keserakahan manusia sebagai penyebab utama rusaknya keseimbangan alam.
Tidak hanya seniman, para pelajar juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Rafa dan Kevin, siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Temanggung, menampilkan pantomim berjudul “Aku dan Lautan” di bawah bimbingan pelatih teater Nela Nur Musoha.
Pantomim tersebut mengisahkan dua remaja yang mendapati pantai tempat mereka bermain dipenuhi sampah plastik. Saat berupaya membersihkan laut dan menyelamatkan seekor penyu yang terjerat jaring, salah satu tokoh justru ikut terjebak sebelum akhirnya berhasil diselamatkan temannya.
Melalui kisah tersebut, para pelajar menyampaikan pesan bahwa kelestarian laut hanya dapat terjaga apabila manusia menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Digelar di ruang terbuka Taman Kali Progo, pentas sastra ini menarik perhatian masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi. Melalui kolaborasi sastra, teater, pantomim, dan seni pertunjukan, KSS3G Temanggung berharap pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dapat diterima lebih luas sekaligus menggugah kesadaran bahwa penyelamatan bumi merupakan tanggung jawab bersama. (ans)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar