Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Makan Nasi Goreng dari Sisa Donasi, 9 Anak Panti Asuhan Muhammadiyah Borobudur Diduga Keracunan

Makan Nasi Goreng dari Sisa Donasi, 9 Anak Panti Asuhan Muhammadiyah Borobudur Diduga Keracunan

  • calendar_month 33 menit yang lalu

BNews-MAGELANG– Sebanyak sembilan anak penghuni Panti Asuhan Muhammadiyah Borobudur, Kabupaten Magelang, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi nasi goreng yang diolah dari makanan donasi. Para korban yang mayoritas berusia SMP hingga SMA itu dilarikan ke Rumah Sakit Aisyiyah (RSIA) Muntilan pada Senin (22/6/2026) sore untuk mendapatkan penanganan medis.

Ketua Panti Asuhan Muhammadiyah Borobudur, Yus Listiawan, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula dari makanan donasi yang diterima pada siang hari. Makanan berupa nasi, telur, dan bihun itu kemudian diolah kembali menjadi nasi goreng untuk santapan malam para penghuni panti yang sedang bertugas piket.

“Awalnya itu makanan donasi siang hari. Karena masih ada sisa, kemudian diolah kembali menjadi nasi goreng untuk makan malam. Yang mengonsumsi makanan tersebut ada 14 anak,” kata Yus saat ditemui di lokasi.

Menurut Yus, gejala mulai muncul sejak Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Namun, para anak tidak langsung melaporkan kondisi yang dialami sehingga pengurus panti tidak mengetahui adanya keluhan kesehatan.

“Sejak pagi sebenarnya sudah ada yang mengalami diare, tetapi tidak ada laporan dari anak-anak. Baru siang hari mulai diketahui ada yang sakit dan kondisinya semakin terlihat,” ujarnya.

Pihak panti sempat memberikan pertolongan pertama dengan meminta anak-anak memperbanyak minum untuk mencegah dehidrasi. Namun, kondisi beberapa anak terus memburuk hingga akhirnya salah satu korban mengalami halusinasi pada sore hari.

“Ketika sekitar pukul setengah empat sore ada yang mulai mengalami halusinasi, kami langsung memanggil ambulans dan membawa mereka ke Rumah Sakit Aisyiyah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jelas Yus.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

Dari total 14 anak yang mengonsumsi makanan tersebut, sembilan anak mengalami gejala cukup serius berupa muntah-muntah, diare, dan kondisi fisik yang melemah. Sementara lima anak lainnya tidak mengalami keluhan berarti atau hanya merasakan gejala ringan.

“Sembilan anak yang kondisinya mengkhawatirkan langsung dibawa ke rumah sakit. Ada beberapa anak lain yang ikut ke rumah sakit untuk membantu pendampingan dan sekaligus diperiksa,” katanya.

Yus mengatakan hingga saat ini pihak panti masih menunggu hasil observasi tim medis terhadap seluruh anak yang menjalani pemeriksaan. Ia belum dapat memastikan penyebab pasti kejadian tersebut karena tidak semua anak yang mengonsumsi makanan yang sama mengalami gejala serupa.

“Kalau penyebab pastinya kami belum bisa memastikan. Ini masih sebatas dugaan karena ada anak yang makan tetapi tidak mengalami masalah kesehatan. Selama ini kami juga belum pernah mengalami kejadian seperti ini,” ungkapnya.

Pasca kejadian tersebut, pihak panti berencana meningkatkan edukasi kepada seluruh penghuni mengenai keamanan pangan dan langkah-langkah yang harus dilakukan apabila mengalami gejala gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan tertentu.

“Kami akan memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai cara mengelola makanan yang baik, apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi, serta bagaimana langkah pertama yang harus dilakukan jika mengalami keluhan kesehatan,” tutur Yus.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

Sementara keterangan dari salah satu anak yang ikut makan menyebutkan…. KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less