Bikin Gempar Dunia, Kemunculan Platform AI DeepSeek Sebagai Pesaing ChatGPT
- calendar_month Kam, 30 Jan 2025

Platform AI DeepSeek
BNews-TEKNO- Perusahaan rintisan (startup) teknologi asal China yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI); yakni DeepSeek membuat heboh global pada Senin (27/1/2025) kemarin waktu setempat. Dimana kehebohan ini membuat saham-saham teknologi di Amerika Serikat (AS) pun ditutup ambruk kemarin.
DeepSeek berhasil menyalip saingannya yakni ChatGPT, sebagai aplikasi gratis berperingkat teratas yang tersedia di App Store Apple di AS.
Mengutip Reuters, DeepSeek didukung oleh model DeepSeek-V3, yang menurut para kreatornya “memimpin papan peringkat di antara model open source dan menyaingi model sumber tertutup tercanggih secara global.”
Menurut perusahaan riset data aplikasi Sensor Tower, aplikasi kecerdasan buatan tersebut telah melonjak popularitasnya di kalangan pengguna AS sejak dirilis pada 10 Januari lalu.
Hal ini menjadi bukti bahwa DeepSeek telah mendobrak kesan di Silicon Valley, mematahkan pandangan umum tentang keunggulan AS dalam AI dan efektivitas kontrol ekspor Washington yang menargetkan chip canggih dan kemampuan AI China.
Adapun model AI dari ChatGPT hingga DeepSeek memerlukan chip canggih untuk mendukung pelatihannya. Pemerintahan AS Joe Biden sejak 2021 telah memperluas cakupan larangan yang dirancang untuk menghentikan ekspor chip ke China yang akan digunakan untuk melatih model AI perusahaan China.
Namun, para peneliti DeepSeek menulis dalam sebuah makalah bulan lalu bahwa DeepSeek-V3 menggunakan chip H800 Nvidia untuk pelatihan, dengan biaya kurang dari US$ 6 juta.
CEK BERITA UPADTE LAINNYA DISINI (KLIK)
Meskipun detail ini telah dibantah, klaim bahwa chip yang digunakan kurang kuat dibandingkan produk Nvidia tercanggih yang ingin dijauhkan Washington dari China, serta biaya pelatihan yang relatif murah, telah mendorong para eksekutif teknologi AS untuk mempertanyakan efektivitas kontrol ekspor teknologi.
Sedikit yang diketahui tentang perusahaan di balik DeepSeek. Perusahaan rintisan kecil yang berbasis di Hangzhou itu didirikan pada tahun 2023, ketika raksasa mesin pencari Baidu merilis model AI LLM pertama di China.
Sejak saat itu, puluhan perusahaan teknologi China, baik besar maupun kecil, telah merilis model AI mereka sendiri, tetapi DeepSeek adalah yang pertama dipuji oleh industri teknologi AS karena menyamai atau bahkan melampaui kinerja model-model AS yang canggih.
Saham-Saham Teknologi AS Ambruk Pasca Viralnya DeepSeek
Bursa saham AS, Wall Street ditutup ambruk pasca viralnya DeepSeek yang berhasil mengalahkan ChatGPT dalam review aplikasi gratis terbaik di App Store Apple AS.
Indeks Nasdaq Composite, yang sarat akan teknologi dan indeks di mana tempat bernaungnya saham-saham teknologi AS, ditutup ambruk 3,07% ke posisi 19.341,83 kemarin.
Penurunan tajam Wall Street, terutama Nasdaq pada awal perdagangan hingga akhir perdagangan kemarin disebabkan oleh dorongan AI China yang mengguncang saham-saham Big Tech AS.
Saham Nvidia, yang chipnya merupakan pilihan utama untuk mendukung aplikasi AI, ambruk 16,86% pada penutupan perdagangan kemarin. Sedangkan saham Microsoft ambles 2,14%, saham induk perusahaan Google yakni Alphabet ambrol 4,03%, dan saham Tesla merana 2,32%.
Namun, saham Meta Platforms (Facebook) berhasil bangkit dan ditutup melesat 1,91% dan saham Apple pun juga melonjak 3,18% di akhir perdagangan kemarin. Tampaknya, Apple mendapatkan kinerja positif karena review di Apps Store.
Big Tech akan tetap menjadi fokus, karena Microsoft, Meta, Apple dan Tesla, yang merupakan empat dari “Magnificent 7” perusahaan yang mendorong sebagian besar keuntungan tahun lalu, akan melaporkan angka kuartal IV-2024 pada akhir minggu ini.
Perbandingan DeepSeek vs ChatGPT
Chatbot DeepSeek, baru-baru ini berhasil menggantikan ChatGPT sebagai aplikasi gratis paling banyak diunduh di Apple Store.
KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA
About The Author
- Penulis: BNews 2


Saat ini belum ada komentar