Ini Syarat Ganjar Pranowo Untuk Dibukanya Wisata Candi Borobudur

BNews–BOROBUDUR– Obyek Wisata Candi Borobudur memang akan segera dibuka untuk wisatawan dalam waktu dekat ini. Namun Ganjar Pranowo memberi beberapa syarat atau catatan saat simulasi new normal Candi Borobudur kemarin (10/6/2020).

Ganjar mengatakan, pembukaan tempat wisata dengan syarat di kawasan sekitar Candi Borobudur tidak ada penambahan kasus positif COVID-19. Selain itu, pengunjung harus mematuhi protokol kesehatan.

“Jadi pekan depan sudah bisa dibuka dengan syarat 14 hari sebelumnya tidak ada penambahan kasus covid-19. Pertama boleh buka 100 orang, dan selanjutnya 200 orang, bisa untuk teman-teman yang ingin memberi penilaian,” katanya.

Dia mengungkapkan pembukaan menjadi landasan pihak pengelola yang hanya akan membuka pintu Candi Borobudur untuk maksimal 5000 orang setiap hari. Hal itu sama dengan 20 persen dari total kunjungan di hari normal.

“Ini akan jadi obat rindu. Karena sudah banyak keluhan dari pelaku usaha pariwisata maupun masyarakat,” katanya.

Namun, ada simulasi protokol-protokol ketat yang harus diterapkan. Halitu baik bagi pengelola tempat wisata maupun wisatawan, seperti wajib menggunakan masker, wajib cuci tangan, dan jaga jarak.

Adapun simulasi langsung diterapkan dari pintu gerbang sampai di depan anak tangga pertama Candi Borobudur. “Dari awal peraturannya sangat rigid. Saya harap masyarakat tahu meski nanti akan ada guide. Ini akan jadi obat rindu. Kehati-hatian tetap kita lakukan,” ungkapnya.

Loading...
DOWNLOAD MUSIK-MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Terkait pengunjung turun dari mobil nantinya, petugas sudah menyiapkan garis-garis kotak dan wajib cuci tangan. Sedangkan sebelum berjalan menuju loket, pengunjung harus memasuki bilik disinfektan yang menyemprotkan air sabun.Jaga jarak jadi peraturan yang banyak diterapkan. Termasuk di loket dan pintu masuk ke Candi.

Jika pengunjung enggan mengantre panjang, pengelola juga menyiapkan loket elektronik. Yang terakhir pemeriksaan suhu badan, dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan barang-barang bawaan.

“Jadi kalau ada pengunjung yang suhu badannya mencapai 37,8 dipersilakan balik kanan. Kita akan coba dari awal agar bisa menyiapkan SOP wisata yang aman sehingga tidak ada penularan,” tegasnya.

 “Jika SOP tersebut bisa ditepati oleh pengelola Candi Borobudur, bukan tidak mungkin akan jadi percontohan untuk diterapkan di destinasi wisata di Jawa Tengah,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: