Bisikan Kiai Singo Barong Agar Warga Magelang Gelar Sungkem Tlompak di Mata Air

BNews—PAKIS— Setiap tahunnya, setelah Hari Raya Idul Fitri, warga Dusun Keditan Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, menggelar tradisi unik. Sungkem tlompak namanya.

Tradisi ini merupakan ritual penghormatan kepada alam. Khususnya mata air Tlompak yang ada di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, KabupatenMgaelang.

Setiap tahunnya pelaksanaan tradisi ini selalu ramai. Namun kemarin, prosesi ini digelar sederhana karena ditengah Pandemi Corona.

Salah satu tokoh masyarakat Gejayan Riyadi mengatakan jumlah peserta ritual Sungkem Telompak sangat terbatas. Mereka mengenakan masker dan menjaga jarak.

Selain itu, acara tersebut juga dikemas sangat sederhana dan tidak ada kesenian yang tampil untuk menghibur masyarakat Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.

Tradisi Sungkem Tlompak bermula dari paceklik di Dusun Keditan pada masa lalu. Waktu itu sejumlah sesepuh dusun Tlompak kemudian melakukan tirakat di sumber air Tlompak.

Dari hasil tirakat itu, mereka mendapat bisikan dari penunggu tempat itu yang dikenal sebagai Kiai Singo Barong yang intinya wajib melakukan Sungkem Tlompak setiap tanggal 5 Syawal. Jika tanggal itu bertepatan dengan Hari Jum’at atau Senin legi, maka tradisi itu harus dijalani warga pada tanggal 6 Syawal.

Loading...

Warga Dusun Gejayan sudah melakukan persiapan untuk warga Keditan dalam menyelenggarakan Sungkep Tlompak sejak awal Bulan Ramadan.

Mereka bergotong-royong membersihkan sumber air Tlompak yang berjarak 400 m dari Dusun Gejayan, membuat berbagai instalasi seni pertanian dengan bahan alami, serta membuat panggung untuk pentas rakyat juga menggunakan bahan alam.

Sekitar 20 kesenian tradisional dari berbagai dusun di kawasan barat Gunung Merbabu dipentaskan dalam rangkaian acara Sungkem Tlompak itu. Namun, kemarin kesenian itu dibatasi. Tapi tradisi tegap lestar. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: