Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Jebolnya Tanggul Sungai Tuntang Masih Berdampak, Sawah 1,5 Hektare Tak Bisa Digarap

Jebolnya Tanggul Sungai Tuntang Masih Berdampak, Sawah 1,5 Hektare Tak Bisa Digarap

  • calendar_month 16 menit yang lalu

BNews-JATENG – Jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada medio Februari 2026 di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, masih menyisakan dampak bagi sektor pertanian warga. Sejumlah lahan sawah hingga kini belum dapat digarap karena masih tertutup endapan lumpur pascabanjir.

Kondisi tersebut terungkap saat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno berdialog dengan warga di Halaman Masjid Roudlotul Jannah, Desa Tinanding, Rabu (27/5/2026).

Salah seorang petani setempat, Sumarsih mengeluhkan sawah miliknya seluas 1,5 hektare belum bisa ditanami akibat sedimentasi lumpur yang cukup parah. Endapan lumpur membuat elevasi lahan sawah menjadi lebih tinggi dibanding area di sekitarnya sehingga air irigasi tidak dapat masuk ke lahan tersebut.

“Saya pengin sawahnya dikeruk saja supaya bisa ditanam lagi,” kata Sumarsih di hadapan Sekda Jateng.

Mendengar keluhan tersebut, Sumarno bersama jajaran terkait langsung bergerak meninjau lokasi sawah milik warga untuk melihat kondisi sedimentasi lumpur secara langsung.

Menurut Sumarno, persoalan tersebut harus segera ditangani karena menyangkut mata pencaharian utama masyarakat Desa Tinanding yang mayoritas bekerja sebagai petani.

Dari hasil pengecekan lapangan, langkah penanganan paling memungkinkan saat ini yakni melakukan pengerukan tanah agar elevasi sawah kembali normal dan air irigasi dapat mengalir masuk.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Solusinya ya harus dikeruk untuk disamakan elevasinya dengan sawah di sebelahnya, supaya air bisa menggenangi area sawah yang sekarang tertimbun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sumarno menjelaskan berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kawasan Desa Tinanding masuk dalam kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD); yang memiliki tingkat kesuburan tinggi dan menjadi salah satu kawasan pertanian penting di Kabupaten Grobogan.

Selain itu, tanggul yang jebol beberapa waktu lalu merupakan saluran induk irigasi yang memiliki peran vital terhadap keberlangsungan; sektor pertanian di wilayah tersebut.

“Kalau dari RTRW pasti ini masuk LSD karena memang ini daerah subur. Bisa dilihat di sebelah-sebelahnya, sekarang juga masih ditanami dan tumbuh cukup hijau,” tambahnya.

Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui tim perencanaan berkomitmen segera merumuskan langkah teknis penanganan; pascabencana agar lahan pertanian warga dapat kembali produktif.

“Nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut. Kami dari tim perencanaan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini, karena ini benar-benar mata pencaharian dari pemilik tanah,” pungkas Sumarno. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less