BNPB : Waspadai Gempa Vulkanik Dangkal di Merapi, Indikasi Erupsi

BNews–NASIONAL– Masyarakat diberi himbauan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait meningkatnya aktivitas gunung merapi. Mereka yang berdomisili di sekitar Gunung Merapi Provinsi Jawa Tengah dan DIY untuk mewaspadai aktivitas gunung tersebut.

Hal itu karena ada potensi terjadinya erupsi. “Diinformasikan dari PVMBG ada dua hari berturut-turut terjadi gempa bumi vulkanik dangkal,” kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan saat konferensi video hari ini  (16/7/2020).

Aktivitas gempa bumi vulkanik dangkal tersebut merupakan salah satu indikator akan adanya aktivitas atau erupsi Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DIY itu.

Setelah mendapat informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG pada 4 Juli 2020, BNPB langsung mengirimkan surat kepada Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur DIY. Dalam surat itu, dua kepala daerah tersebut diminta agar menyikapi fenomena tersebut dan mewaspadai potensi erupsi Gunung Merapi.

“Tanggal 8 Juli [2020] Gubernur Jawa Tengah langsung turun ke lapangan untuk melihat dan mempersiapkan desa-desa yang ada di KRB III atau daerah yang paling dekat dengan puncak Merapi,” ujar dia.

Pemberitahuan dari BNPB kepada dua provinsi tersebut agar mereka memastikan dan memperbaiki jalur evakuasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan

Ia mengatakan BNPB juga meminta masyarakat di dua daerah tersebut juga harus diberi tahu apa saja yang mesti dilakukan kalau Gunung Merapi erupsi.

“Yogyakarta juga melakukan hal yang sama. Jadi kalau terjadi apa-apa mereka gampang turunnya dan setiap orang tahu apa yang akan dilakukannya,” kata dia.

DOWNLOAD MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Sebelumnya diberitakan di Solopos, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah mengingatkan masyarakat desa di lereng Gunung Merapi agar waspada. Saat itu, Ganjar menyebut ada penggembungan Merapi sehingga ada potensi erupsi (8/7/2020).

Rupanya kedatangan Ganjar tersebut juga berkaitan dengan surat BNPB soal temuan gempa vulkanik dangkal di Gunung Merapi.

“Intinya Merapi perutnya sedang membengkak. Artinya ada gerakan di dalamnya, kemungkinan dari magmanya. Maka posisinya masyarakat tetap waspada. Tetap bekerja tapi tidak boleh di dalam radius 3 km dari puncak Merapi. Itu sudah diketahui perangkat desa dan sukarelawan setempat,” pungkas Ganjar dikutip Solopos. (*/islh)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: