Bongkar Peredaran Ganja, Polisi Amankan Seorang Anak Pejabat di Sleman

BNews—SLEMAN—Jajaran Polres Sleman membongkar peredaran ganja dan psikotropika yang diduga menyeret anak seorang pejabat di Sleman. Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan 2,4 ganja.

Kasat Narkoba Polres Sleman, AKP Andhyka Doni Hendrawan menuturkan terbongkarnya jaringan peredaran ganja itu bermula dari penangkapan terhadap anak pejabat di Sleman yang berinisial FR, 34. Pelaku dibekuk di rumahnya yang ada di daerah Kecamatan Seyegan, Sleman pada Kamis (2/7/2020).

Dari pemeriksaan, FR memesan lima gram ganja siap konsumsi dari tersangka berinisial SY. ”Saat ini masih kami lakukan pemeriksaan. FR beli paket hemat, yang paling sedikit,” tuturnya, Selasa (14/7/2020).

Andhyka menjelaskan jika FR saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Meski demikian Polres Sleman mengajukan rehabilitasi terhadap tersangka ke BNN.

“Kami tidak bisa (sebut nama pejabat yang merupakan ayah FR). Karena yang bersangkutan sudah dewasa,” jelasnya.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Sementara itu, Kapolres Sleman, AKBP Anton Firmanto menjelaskan bahwa pihaknya juga berhasil mengamankan empat tersangka lainnya yaitu SY, 43, AGP, 21, DS, 31, dan MRA, 25. Tersangka SY ditangkap pada Minggu (5/7/2020) di area Foodcourt di Denggung, Kabupaten Sleman.

Saat digeledah SY kedapatan membawa ganja seberat 483 gram dan sabu 1,87 gram. Kemudian kasus dikembangkan dan berhasil menangkap AGP dan DS yang keduanya adalah warga Surakarta.

Penangkapan keduanya pada Senin (6/7/2020) dinihari di Jalan Gito-gati, Kabupaten Sleman. Diketahui bahwa mereka adalah kurir dalam peredaran ganja dan dari tangan keduanya, petugas mengamankan ganja seberat satu kilogram

”Dari keterangan AGP dan DS, menuntun pada satu nama yakni MRA yang merupakan warga Sukoharjo,” jelas Anton.

Setelah mendapat informasi tersebut, petugas langsung memburu MRA. Dari tangan MRA, pihaknya menyita ganja seberat 900 gram.

”Mereka mengaku baru dua ini berjualan ganja namun kami akan terus kembangkan. Tersangka mengaku bahwa ganja dikirim dari Aceh. Untuk pengirimnya, masih kita dalami,” papar Anton.

Download Musik Keren Disini

Keempat tersangka, SY, AGP, DS dan MRA, terancam pasal berlapis yaitu Pasal 114 ayat (2) berupa pidana seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar.

”Kemudian terancam pula dengan Pasal 111 ayat (1). Sanksi berupa pidana maksimal 12 tahun dan denda paling sedikit Rp800 juta dan maksimal Rp 8 miliar,” pungkasnya. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: