Mahasiswa Kampus Mengajar Gagas Penguatan Literasi

BNews–MAGELANG– Kampus Mengajar 3 atau yang disingkat KM 3 merupakan salah satu program Kampus Merdeka dan di bawah naungan Kemendikbudristek. Kampus Mengajar ini diselenggarakan untuk mahasiswa mahasiswi seluruh kampus di Indonesia yang diseleksi.

Dimana nantinya mahasiswa/i akan ditempatkan di beberapa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang berada di daerah tempat tinggal. Dan salah satunya di SD Negeri Kapuhan 1 yang terletak di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini Dilaksankan pada bulan Februari hingga akhir Juni. Di SD Negeri Kapuhan 1 ini kelompok Kampus Mengajar terdiri dari 2 kampus di Jawa Tengah yaitu UNIMMA dan UNNES. Kelompok mahasiswa berjumlah 5 orang, yaitu Pramesti Dewi Ratnawati (PGSD), Ahmad Singgih Prayogo (PGSD), Ulya Nur Kusnaeni (PGSD), Inas Sakina Farika (FAI), dan Dian Pramita Ratri (Pend.IPS).

Adapun dosen pembimbing lapangan kami ialah Bapak Hermanto, S.Pd, M.Hum. Beliau berasal dari Universitas Ahmad Dahlan.

Dalam kegiatan KAMPUS Mengajar Angkatan 3 ini memiliki tema atau slogan Belajar Sambil Berdampak.

Melalui program ini, mahasiswa bisa membaktikan serta merealisasikan ilmu yang didapat selama kuliah, keterampilan. Serta menginspirasi para murid sekolah dasar dan menengah tersebut untuk memperluas cita-cita dan wawasan mereka.

Selain itu, terlibat langsung dalam pelaksanaan pembelajaran literasi, numerasi, serta adaptasi teknologi di jenjang SD.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menjelaskan bahwa Kampus Mengajar merupakan suatu gagasan kurikulum baru; yang yang berfokus pada literasi dan numerasi dan penguatan profil pelajar Pancasila.

Latar belakang diusungnya kurikulum ini yaitu untuk memulihkan adanya learning loss yang dialami oleh siswa/i akibat pandemi. Oleh karena itu, mahasiswa peserta Kampus Mengajar tahun ini diberikan tantangan untuk berkolaborasi dengan tenaga pendidik di daerah untuk memaksimalkan penyelenggaraan kurikulum ini.

“Dengan terlibatnya mahasiswa dalam program ini, diharapkan adik-adik siswa bisa mendapat pembelajaran yang jauh lebih berkualitas, merdeka, dan dapat mengejar ketertinggalan selama pandemi,” tuturnya.

Kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 3 di SD Negeri Kapuhan 1 ini juga lebih berfokus pada akselerasi peningkatan literasi dan numerasi anak-anak. Oleh karena itu,kami menyusun program kerja yang selaras dengan hal tersebut.

Diantaranya adalah Pendampingan Pembelajaran Siswa,Administrasi Perpustakaan,Pesantren Ramadhan, Penguatan Literasi dan Numerasi,Pembuatan Video MPLS,Pengenalan Platform Pembelajaran,dan Kebugaran jasmani

Salah satu mahasiswa, Pramesti Dewi Ratnawati memaparkan, pelaksanaan Kampus Mengajar Angkatan 3; diawali dengan penyerahan mahasiswa ke sekolah mitra oleh dosen pembimbing lapangan. Dilanjutkan observasi sekolah, Tindak Lanjut Program Kerja, Melaksanakan AKM Pretest Postest, Membantu Administrasi Sekolah; Membantu peningkatan adaptasi teknologi, Pembaharuan Perpustakaan ,dan peningkatan literasi serta numerasi bagi siswa siswi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Mahasiswa lain, Ahmad Singgih Prayogo menambahkan bahwa selama berkegiatan Kampus Mengajar; mahasiswa tentunya juga mengedepankan kualitas terhadap adaptasi dan peningkatan literasi numerasi yang diberikan kepada siswa. Melalu peningkatan tersebut dilakukan beberapa tindakan seperti pembimbingan baca tulis; penanaman karakter gemar baca, pengembangan media dan bahan ajar turut dilakukan.

Kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 3 ini berlangsung selama 5 bulan, dan mahasiswa ditarik dari SD penempatan saat program Kampus Mengajar usai pada akhir bulan Juni. Sebelum penarikan dilakukan mahasiswa/i memastikan seluruh program Kerjanya sudah berjalan dan tuntas.

Seperti perkembangan pojok baca atau Perpustakaan sudah sepenuhnya diselesaikan terkait administrasi,pelabelan,dan penataan ulang. Harapannya setelah Kampus Mengajar Angkatan 3 berlangsung siswa tetap menjadi siswa yang gemar membaca.

Kegiatan penguatan Literasi dan Numerasi terfokuskan pada beberapa kelas,diantaranya kelas 2,3,dan 4 pada tahun ajaran 2021/2022. Kegiatan itu juga berlangsung saat KBM dan tambahan jam diluar KBM.

Kegiatan tersebut dalam Program Pelaksanaan disusun berdasarkan tahap-tahap literasi membaca. Yakni Tahap Pembiasaan, Tahap Pengembangan, dan Tahap Pembelajaran.

Dalam tahap pembiasaan kegiatan yang dilakukan seperti membaca lima belas menit setiap hari sebelum KBM dimulai, mengelola pojok baca, kemudian siswa diwajibkan berkunjung ke perpustakaan sekola dan membaca cerita baik membaca bersama maupun membacakan siswa.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Lalu, dalam tahap pengembangan hal yang biasa kami lakukan adalah melaksanakan assessment kecil tentang apa yang sudah dibaca, baik secara uraian maupun melalui tabel, dan dalam tahap pembelajaran dilakukan kegiatan memberikan pertanyaan (5W+1H).

Setelah anak menikmati proses dalam membaca dan menjadi budaya maka tingkat pemahaman atas bacaan perlu ditingkatkan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang melatih daya analisis dan berprikir kritis anak terhadap informasi yang dibacanya. 

Tidak lupa kami selalu memberikan jam tambahan juga pada siswa yang kurang mampu untuk membaca maupun menulis di akhir pembelajaran dengan suka rela. Jam ini kami berikan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa yang masih terbata-bata.

Penguatan literasi dan numerasi pada siswa sekolah dasar menjadi fokus utama untuk mengembangkan ketrampilan dasar sebagai bekal belajar pada jenjang yang lebih tinggi. (*/adv)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: