BPBD Kabupaten Magelang : Tempat Paling Aman Warga Lereng Merapi di Barak Pengungsian

BNews—MAGELANG—Aktivitas Gunung Merapi dalam beberapa hari ini mengalami peningkatan. Tercatat, ada guguran material vulkanik meluncur dengan jarak 1500 meter dari puncak Merapi.

Peristiwa itu terekam secara visual melalui pengamatan BPPTKG pada Minggu (3/1/2021) pagi. Terkait hal tersebut, sejumlah warga desa Ngargomulyo kembali mengungsi ke TEA Tamanagung Muntilan Kabupaten Magelang, Minggu (3/1/2021).

Mereka kembali mengungsi, setelah sebelumnya sempat pulang kerumah masing-masing lantaran merasa jenuh tinggal di tempat pengungsian. Saat ini, jumlah pengungsi ada 279 jiwa yang merupakan warga Kabupaten Magelang dan berada di empat titik pengungsian.

Data tersebut berdasakan update jumlah pengungsi Gunung Merapi pada Senin (4/1/2021) sore yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Magelang.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, tempat paling aman bagi warga yang bermukim di KRB III Gunung Merapi adalah pengungsian atau Tempat Evakuasi Akhir (TEA). Ia menyebut, sesuai konsep desa bersaudara bahwa warga lah yang mengungsi bukan di ungsikan.

”Ini konsepnya. Namun tentunya bila peningkatan cukup signifikan dan perlu dilakukan upaya lebih memaksa, maka akan kita lakukan. Orientasi kita adalah penyelamatan jiwa manusia,” tegas Edy.

Berdasarkan rekomendari BPPTKG, kata dia, ada tiga desa di Kabupaten Magelang yang masuk desa bahaya, yakni Ngargomulyo, Krinjing dan Paten.  Namun ada satu desa diluar rekomendasi tersebut yang ikut mengungsi yakni Desa Keningar.

”Desa Keningar mengungsi atas dasar rasa takut dan trauma akibat kejadian erupsi Merapi tahun 2010 lalu. Karenanya, pemerintah desa setempat memfasilitasi evakuasi pengungsian. Sekarang ada empat desa yang turun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edy menyampaikan bahwa desa-desa tersebut menjadi target di berikannya informasi tentang perkembangan aktivitas gunung Merapi yang signifikan. ”Sekali lagi, tempat yang paling aman untuk warga yang tinggal di daerah KRB saat ini adalah pengungsian,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: