Warga Magelang Mulai Gadekan Barang dan Berhutang

BNews–KOTA MAGELANG– Sektor perekonomian masyarakat terganggu akibat adanya wabah virus corona (Covid-19). Sejumlah masyarakat mulai memutar otaknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Salah satu langkah masyarakat adalah mulai dengan menggadaikan barang-barang berharganya. Entah ke Kantor Penggadaian atau meminjam uang ke Bank dengan jaminan aset berharganya.

Seperti yang dilakukan Rodiah, 52, salah seorang warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Ia menggadaikan kalung dan cincin emasnya untuk membeli bahan makanan.

Ia terpaksa menggadaikannya karena benar-benar tidak ada pemasukan. “Selama ini saya jualan di warung dengan menjual aneka jus dan jajanan. Pendapatannya bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari. Setelah ada wabah korona, penghasilan saya hanya kurang dari Rp50 ribu per hari,” katanya kemarin (20/4).

Ia juga mengungkapkan, bahwa kondisi keuangannya semakin buruk lantaran suaminya berhenti bekerja dari proyek pembangunan dan kedua anaknya sementara tidak lagi bekerja di bengkel. “Semua itu terjadi sejak wabah Covid-19 terjadi,” tandasnya.

Sementara Ririn, 55, warga Kebondalem, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, menggadaikan cincin dan gelang emas. Hal itu setelah kiriman uang dari suaminya yang bekerja di Jakarta dihentikan.

“Hal itu karena suami saya bekerja dari dan hanya mendapat separuh gaji bulanan. Uang itu hanya cukup untuk keperluannya sendiri,” katanya.

Loading...

“Saat ini sementara bisa menggadaikan barang berharga yang kita punya. Tapi selanjutnya belum tahu harus bagaimana lagi,” pungkasnya. (*/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: