Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » BPBD Magelang Pantau Psikologis Pendaki Gunung Slamet yang Sempat Hilang

BPBD Magelang Pantau Psikologis Pendaki Gunung Slamet yang Sempat Hilang

  • calendar_month Rab, 14 Jan 2026

BNews-MAGELANG – Pendaki Gunung Slamet asal Kabupaten Magelang, Himawan, yang sebelumnya dilaporkan hilang bersama rekannya; saat melakukan pendakian; kini telah kembali menjalani aktivitas belajar di sekolah.

Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menyatakan tetap memantau kondisi psikologis yang bersangkutan.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, menjelaskan bahwa meskipun Himawan sudah kembali ke sekolah; yang bersangkutan masih membutuhkan waktu untuk menenangkan diri pasca peristiwa yang dialaminya. Oleh karena itu, pihak sekolah diminta tidak menggali pertanyaan terkait kejadian tersebut secara langsung.

“Sejak penjemputan sampai tiba di Magelang, kami tidak pernah menanyakan soal musibah tersebut. Kami ingin ia pulih dulu,” kata Edi saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).

Edi mengungkapkan, pihaknya mendapatkan informasi dari keluarga bahwa Himawan telah kembali masuk sekolah pada Rabu (7/1/2026).

Selanjutnya, BPBD juga melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan pendampingan berjalan baik.

“Kamis (8/1/2026) kami datang ke sekolah dan menanyakan kondisinya. Kami imbau sekolah untuk memberi pendampingan dan tidak mengorek pertanyaan soal kejadian kemarin, supaya ia bisa tenang dan kembali beraktivitas normal,” ujarnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Sementara itu, Humas SMAN 5 Magelang, Heni Tri Hartati, membenarkan bahwa Himawan sudah kembali aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar. Ia menyampaikan bahwa aktivitas Himawan di sekolah berlangsung seperti biasa.

“Ia tetap mengikuti pelajaran dan kegiatan ibadah seperti salat berjamaah di masjid sekolah,” tuturnya ditemui Senin (12/1/2026).

Heni menjelaskan bahwa karakter Himawan sejak sebelum peristiwa tersebut memang dikenal pendiam. Menurutnya, sikap tersebut bukan merupakan perubahan akibat kejadian yang dialami, melainkan sudah menjadi sifatnya sejak lama.

“Dari dulu memang begitu. Bukan karena sekarang berubah,” ujarnya.

Meski dikenal pendiam, Himawan dinilai mampu bersosialisasi dengan baik dan tercatat aktif mengikuti sejumlah kegiatan sekolah, seperti organisasi Kaabah serta ekstrakurikuler rebana. Memasuki kelas XII, ia lebih banyak memfokuskan diri pada persiapan kelulusan.

Pihak guru juga menekankan pentingnya menjaga kondisi psikologis Himawan dengan tidak mengajukan pertanyaan berlebihan terkait peristiwa yang dialaminya.

“Kami khawatir kalau ditanya terus, justru membuat dia tidak nyaman atau enggan berangkat sekolah. Yang penting ia merasa aman dulu,” jelasnya.

Sekolah pun telah memberikan arahan kepada teman-teman sekelas Himawan agar turut menjaga suasana kondusif dan tidak menanyakan hal-hal yang terlalu detail. Guru menyebutkan bahwa Himawan cukup dekat dengan salah satu temannya, Ali, yang hingga kini masih belum ditemukan.

“Himawan memang lebih pendiam daripada Ali. Keduanya anak baik. Wajar kalau Himawan masih sedih karena Ali belum ditemukan.”

Menurut pihak sekolah, keluarga sempat mengajukan izin agar Himawan menjalani masa pemulihan beberapa hari. Namun, Himawan justru memilih kembali ke sekolah lebih cepat.

“Mungkin justru di rumah ia jadi banyak berpikir. Di sekolah ada rutinitas dan teman-temannya sehingga ia merasa lebih nyaman,” imbuhnya.

Selama bersekolah, Himawan dikenal tidak pernah memiliki catatan masalah. Ia dinilai sebagai siswa yang sopan, baik, dan tidak pernah terlibat konflik.

“Kami semua berharap Himawan bisa pulih sepenuhnya dan melanjutkan pendidikannya dengan tenang,” pungkasnya. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less