Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » BPOM Setujui Obat Covid-19 Covifor Beredar di Indonesia

BPOM Setujui Obat Covid-19 Covifor Beredar di Indonesia

  • calendar_month Sen, 5 Okt 2020

BNews—NASIONAL— Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM), telah menyetujui penggunaan Covifor (Remdesivir). Yakni untuk pengobatan pasien Covid-19 di Indonesia.

Di Indonesia, obat tersebut akan didistribusikan oleh PT Parit Padang Global (PPG). Dengan telah resmi melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Amarox Pharma Global (Hetero Group). Salah satu produsen Covifor (Remdesivir), pada awal Oktober ini (2/10/2020).

Obat dari Hetero ini sudah mendapat persetujuan Emergency Use Authorization (UEA) atau otoritas penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.

Obat remdesivir hanya ditujukan untuk pengobatan pasien penyakit Covid-19 yang telah terkonfirmasi oleh laboratorium. Terutama untuk orang dewasa atau remaja (berusia 12 tahun ke atas dengan berat badan minimal 40 kilogram) yang dirawat di rumah sakit dengan kondisi parah.

Dikutip dari Fox News, Remdesivir diklaim berhasil meningkatkan waktu pemulihan para pasien Covid-19 sebesar 31 persen dalam uji coba. Yang dipimpin oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat (AS).

Vice President Distribution Sales & Marketing PT Parit Padang Global Edwin Vega Darma melalui siaran pers yang diterima Suara.com, memaparkan bahwa sampai awal Oktober, PPG telah mengalokasikan Covifor di 90 persen cabang yang dimilikinya di seluruh Indonesia.

Edwin mengaku untuk pendistribusian obat, harus melalui sejumlah mekanisme. “Salah satunya hanya didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19, Dinas Kesehatan, atau instansi yang memang ditunjuk oleh pemerintah,” kata dia.

Hal tersebut dilakukan karena obat tersebut berbentuk ampul atau injeksi yang penggunaannya harus langsung di bawah penanganan dokter. Obat Covifor mengandung zat Remdesivir yang diklim dapat menghambat replikasi virus corona penyebab sakit Covid-19.

Sebelumnya, Covifor sudah digunakan antara lain untuk pengobatan infeksi virus HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis C. (*/mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less