BPPTKG: Intensitas Kegempaan Gunung Merapi pada Pekan Ini Menurun

BNews—JOGJAKARTA— BPPTKG menyebut intensitas kegempaan Gunung Merapi pada pekan ini lebih rendah dibanding sebelumnya. Sedang laju pemendekan jarak tercatat sebesar sembilan sentimeter perhari.

Hal tersebut disampaikan ole Kepala BPPTKG Hanik Humaida. Ia menyampaikan bahwa kubah lava baru juga belum terbentuk.

”Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu,” ujar Hanik, Jumat (11/12/2020).

Ia menjelaskan, sesuai data pengamatan aktivitas Gunung Merapi tanggal 4-10 Desember 2020, tercatat gempa Vulkanik Dangkal (VTB) sebanyak 232 kali. Kemudian 1.692 kali gempa Fase Banyak (MP), lima kali gempa Low Frekuensi (LF). 256 kali gempa Guguran (RF), 209 kali gempa Hembusan (DG) dan dua kali gempa Tektonik (TT).

”Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari, sedangkan siang hingga malam hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah,” jelasnya.

”Tinggi asap maksimum 400 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo, Boyolali, pada tanggal 4 Desember 2020 pukul 10.30WIB. Guguran teramati dari Pos Babadan dengan jarak luncur kurang lebih 200 meter ke arah hulu Kali Lamat di sektor barat pada tanggal 8 Desember 2020 pukul 09.17WIB, sambung Hanik.

Untuk deformasi, kata Hanik, dari hasil pantauan menggunakan EDM pada minggu ini, menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar sembilan sentimeter perhari. Kemudian terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Sleman, dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 61 milimeter perjam selama 115 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 5 Desember 2020.

”Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” ujarnya

BPPTKG berkesimpulan jika berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi. Sehingga status aktivitas masih dalam tingkat siaga.

”Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dan awan panas sejauh maksimal lima kilometer,” pungkasnya. (mta/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: