TOLONG… Warga Semen Bisu dan Lumpuh di Ranjang Setelah Disengat Tawon

BNews—JATENG— Seorang warga Dusun Semen RT1 RW10, Desa Pondoksari, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, berama Warsi, lumpuh setelah disengat lebah. Usai kejadian tersebut, hingga kini ia hanya bisa terbaring di tempat tidur karena tidak bisa bergerak.

Kepala Desa Pondoksari, Ngadirojo, Sularno menjelaskan kejadian itu terjadi sekitar satu bulan lalu. Sementara lebah yang menyengat warganya merupakan jenis Tawon Vespa. 

Saat itu Warsi tengah kerja bakti bersih-bersih jalan kampung bersama warga lain. Saat perjalanan pulang, ia disengat Tawon Vespa atau Pelang (sebutan masyarakat setempat).

’Saat ini Warsi tidak bisa apa-apa. Setelah kejadian itu korban dibawa ke klinik. Karena tidak membaik, ia dibawa ke rumah sakit. Namun saat ini sudah dibawa pulang ke rumahnya,” jelasnya Rabu (17/3).

Kepala Dusun (Kadus) Semen, Purdiyono mengatakan, anggota badan Warsi yang tersengat tawon ada tiga titik; yakni tangan, pergelangan tangan dan kaki. Peristiwa malang itu terjadi pada Minggu, namun sudah satu bulan lalu. Saat itu ada kerja bakti membersihkan jalan kampung yang selesai waktu Duhur.

”Saat perjalanan pulang Warsi berniat ngambil kayu bakar. Tapi saat membawa kayu ada yang jatuh dan menimpa sarang Tawon Vespa. Kemudian menyerang korban. Ia tidak tahu kalau di situ ada sarang tawon,’ ujarnya.

Saat disengat, korban tidak pingsan. Bahkan pada sore hari belum ada reaksi yang parah, tetapi tubuhnya berkeringat dingin.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Melihat kondisi itu, keluarga membawanya ke klinik dan diberi obat. Pada malam hari Warsi tidak bisa tidur.

Keesokan harinya, pada pagi hari tubuhnya sulit digerakkan. Kemudian keluarga membawa ke rumah sakit.

”Saat dibawa ke rumah sakit kondisinya sudah memprihatinkan. Kini ia hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur.

Ia tidak bisa bergerak dan tidak bisa berbicara. Saat korban dirawat oleh suami dan anak kandungnya,” ungkapnya.

Ia menngungkapkan, Warsi merupakan tulang punggung keluarga. Ia bekerja sebagai pedagang keliling di Pasar Nguntoronadi.

Suaminya di rumah mengurus hewan ternak. Di rumah, ia bersama suaminya. Anak semata wayangnya sudah berkeluarga dan tinggal tidak jauh dari rumahnya.

Pemerintah telah memberikan bantuan donatur kepada Warsi dan keluarganya. Namun belum maksimal.

”Peristiwa semacam itu baru terjadi kali pertama di dusunnya. Di dusun sebelah beberapa waktu lalu pernah terjadi,” pungkas Purdiyono. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: