Cegah LSD Meluas di Magelang, Vita Ervina dan Kementan Fasilitasi Bimtek Pencegahan Mandiri
- calendar_month Jum, 7 Apr 2023

Pembukaan Bimbingan Teknis Manajemen Beternak Sapi dan Penanganan Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD), di Wisma Sejahtera, Kota Magelang, Kamis (7/4/2023).
BNews—MAGELANG— Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Vita Ervina bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan RI, melalui Balai Besar Vetereiner Wates, menyelenggarakan bimbingan teknis. Dengan tema ”Manajemen Beternak Sapi dan Penanganan Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD)” di Wisma Sejahtera, Kota Magelang, Kamis (7/4/2023).
Vita menyebut faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan ternak sapi, selain ternaknya yang harus produktif, juga perlu disertai dengan peningkatan sumberdaya peternak. Kemudian tersedianya modal usaha dan inovasi teknologi tepat guna.
”Terkait dengan sumberdaya peternak, dapat ditingkatkan melalui bimbingan teknis atau penyuluhan. Dengan tujuan agar peternak lebih terampil dalam mengelola usahanya. Sehingga teknologi budi daya sapi yang dikuasai peternak akan meningkat,” ujarnya dalam sambutannya, Kamis (7/4/2023).
Selanjutnya dukungan ketersediaan pakan ternak yang memadai dapat menjamin kesehatan sapi itu sendiri, melalui pemanfaatan jenis tanaman pakan ternak yang tumbuh disekitar lokasi peternakan. Dengan meningkatnya keterampilan dan motivasi peternak dalam usaha peternakan sapi, diharapkan pengembagan sapi akan lebih cepat dan pada ahirnya pendapatan peternak akan meningkat.
”Selain berfokus pada manajemen beternak sapi, secara khusus akan disampaikan juga terkait dengan penanganan penyakit Lumpy Skin Disease atau LSD,” jelas Vita.
Dalam upaya pengendalian penyakit tersebut, lanjut Vita, pemerintah akan terus berupaya dalam mengatasinya. Saat ini khusus di Magelang melalui BBVET Wates melakukan pendampingan kepada peternak sapi yang terdampak LSD.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
”Dan sebagai anggota komisi IV DPR RI, akan terus mendorong pemerintah untuk segera mencari jalan keluar agar virus tersebut bisa segera teratasi. Meskipun jumlah vaksin masih terbatas tentunya kami akan terus mengupayan agar ketersediaan vaksin segera dipenuhi. Selain itu, saya berharap peternak sapi juga mengikuti program asuransi pertanian, guna mengantisipasi resiko yang timbul dikemudian hari,” imbuhnya.
Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang mencatat ada 88 ekor sapi yang terinfeksi virus LSD.
”(88 sapi yang terinfeksi virus LSD) tersebar di beberapa kecamatan. Antisipasinya, kami sosialisasi terkait kebersihan kandang kemudian membatasi orang yang masuk ke kandang,” ujar Kepala Dispeterikan Kabupaten Magelang, Joni Indarto. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar