Perempuan Asal Magelang Ini Berpeluang Gantikan Erick Thohir 1 Hari Jadi Menteri BUMN

BNews—JAKARTA— Kamis pekan ini, (30/9), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan digantikan posisinya. Tak main-main, salah satu kandidat penggantinya adalah wanita berusia 23 tahun asal Magelang.

Menteri Erick diketahui akan digantikan oleh satu diantara enam kandidat kampanye Girls Take Over 2021 selama satu hari. Ini merupakan bagian dari kegiatan untuk mendukung terciptanya kesetaraan gender dalam dunia kerja, khususnya di lingkungan BUMN.

Ia mengatakan, saat ini sudah terdapat enam kandidat yang dipertemukan dengannya. Dan dalam satu hingga dua hari ke depan akan ditetapkan siapa yang akan menggantikannya untuk menempati posisinya sehari penuh.

”Saya yakini proses sangat baik nanti dalam 1-2 hari ini akan ditentukan siapa yang gantiin saya. Saya berharap ke depan dari yang enam ini menjadi woman leadership baik di BUMN atau di bidang masing-masing. Karena penting Saya rasa menciptakan leadership ke depan karena ga mungkin yang jadi pemimpin itu-itu saja,” kata Erick di kantor Kementerian BUMN, Senin (27/9).

Untuk orang yang akan menggantikan posisinya ini, Erick mengungkapkan, akan diikutkan dalam meeting casual dengan angel rapat yang sudah ditetapkan sebelumnya. Untuk itu, ia akan memberikan tips-tips tersendiri agar penggantinya tidak under pressure dalam meeting tersebut.

Lalu bagaimana kriteria yang bisa menduduki posisi tersebut? Erick sempat menyampaikan bahwa calon yang akan menduduki posisi posisinya harus ditantang untuk berlari keliling Monas sepuluh kali dan berjemur 30 menit.

”Karena jadi menteri itu butuh fisik, Sabtu Minggu kerja,” terang Erick.

”Karena kursi menteri itu kursi panas,” imbuhnya.

Namun, ini hanya kelakar yang disampaikannya. Dan untuk mengisi posisi ini akan diberikan kesempatan berbincang dengan Menteri Erick Thohir dan akan diberikan penilaian secara langsung.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Bagi kandidat yang tidak terpilih untuk menggantikan Erick, nantinya akan diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan sebagai Menteri BUMN dan direktur utama di lima perusahaan BUMN lainnya.

Lima perusahaan yang sudah sepakat untuk bekerjasama tersebut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Angkasa Pura I (Persero), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), dan PT Telkomsel.

Dalam program ini, telah dipilih enam perempuan untuk merasakan rasanya bekerja di lingkungan BUMN. Keenamnya akan diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan sebagai Menteri BUMN dan direktur utama di lima perusahaan BUMN lainnya.

Berikut enam profil perempuan muda terpilih:

1. Sharon (24 tahun) dari Bekasi, Jawa Barat, sarjana di bidang psikologi dan best graduate office development program (ODP) salah satu BUMN.

Selama pandemi Covid-19 saat ini, Sharon berkesempatan untuk memimpin tim Covid Rangers dalam mendorong kesadaran seluruh anggota tim demi mencegah penularan Covid-19.

2. Putri (21 tahun) dari Bandung, Jawa Barat, lulusan salah satu universitas pertanian, aktif memperjuangkan hak-hak anak perempuan di desanya. Ia sedih melihat anak perempuan yang dikawinkan dan putus sekolah.

Dia tergabung dalam Forum Anak Daerah untuk berjuang untuk menikmati haknya dan menjadi konselor dari kampung ke kampung.

3. Arum (23 tahun) dari Pare-pare, Sulawesi Selatan. Mahasiswi pendidikan hukum. Dia pernah memenangkan kategori Hakim Terbaik pada kompetisi peradilan semu bergengsi. Arumj uga aktif berorganisasi serta menjadi asisten peneliti, tutor serta bekerja di salah satu bank BUMN.

4. Virdha (23 tahun) dari Magelang, Jawa Tengah, merupakan pegawai di bagian SDM dan general affair. Saat ini Virdha aktif di Pusat Studi Gender dan berpartisipasi di dalam program pemberdayaan perempuan yang bekerja dengan berinovasi menggunakan bahan lokal dan melakukan pelatihan ekonomi untuk perempuan di suatu perkampungan di Daerah Istimewa Jogjakarta.

5. Adinda (20 tahun) dari Jepara, Jawa Tengah, Adinda saat ini sedang mengenyam pendidikan S1 di bidang informatika. Ia pun aktif dalam kegiatan di dalam kampus, mulai dari menjadi anggota Developer Student Club, asisten praktikum, hingga pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

6. Sisilia (22 tahun) dari Kupang, NTT sempat menjadi seorang edukator dan Plt. Kepala Sekolah Pendidikan Usia Dini yang membawahi empat kelas besar di sebuah lembaga pendidikan swasta di Kota Kupang.

Sisilia ingin mendorong semua pihak untuk lebih memperhatikan isu kesetaraan gender dan tidak menghakimi perempuan atas pilihan yang ia ambil terhadap kepemilikan tubuhnya. (ifa/han)

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: