Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Tim Pengabdian FE Untidar Bekali Fatayat NU Gunungpring Strategi Kelola Keuangan Keluarga

Tim Pengabdian FE Untidar Bekali Fatayat NU Gunungpring Strategi Kelola Keuangan Keluarga

  • calendar_month 0 menit yang lalu

BNews–MAGELANG– Sebanyak 50 ibu muda Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Pengelolaan Keuangan Keluarga”. Kegiatan digelar oleh Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Tidar (Untidar) di Gedung MWCNU setempat, Sabtu (29/8/2026).

Tim pengabdian ini diketuai oleh Maulia Siti Mukharohmah, S.E., M.E., dengan melibatkan sejumlah anggota akademisi, yaitu Drs. Whinarko Juliprijanto, M.Si., Cahyaning Budi Utami, S.Pd., M.A., Nurul Fadhilah, Retno Rekayati, serta Andhatu Achsa, S.E., M.M.

Maulia menegaskan pentingnya kemampuan setiap keluarga dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran secara bijaksana. Hal tersebut menjadi latar belakang utama diselenggarakannya kegiatan edukasi literasi finansial bagi masyarakat.

Menurut Maulia, tata kelola keuangan dalam rumah tangga tidak semata-mata berfokus pada cara memperoleh pendapatan. Melainkan mencakup cakupan yang lebih luas dan strategis.

“Peserta diajak memahami bahwa kesejahteraan keluarga bukan hanya tentang seberapa besar pendapatan yang diperoleh. Tetapi juga bagaimana pendapatan tersebut dikelola dan dibagikan secara bijaksana,” ujarnya.

Salah satu materi yang paling menyedot perhatian para peserta dalam pelatihan tersebut adalah pembahasan mengenai perilaku konsumsi, khususnya kemampuan dalam membedakan antara kebutuhan primer dan sekadar keinginan. Dalam sesi tersebut, tim pengabdi memberikan ilustrasi riil mengenai keputusan berbelanja saat seseorang dihadapkan pada potongan harga atau diskon hingga 30 persen.

Para peserta diajak untuk lebih kritis dan tidak mudah tergiur oleh tawaran harga murah. “Meskipun harga barang menjadi lebih murah, keputusan membeli tetap perlu mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan,” ungkap Maulia.

IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Dalam materi yang disampaikan, lanjut Maulia, tim pengabdian memperkenalkan tiga langkah utama dalam mengatur keuangan keluarga. Yaitu menentukan tujuan keuangan, membuat anggaran keluarga, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Langkah pertama adalah menentukan tujuan keuangan. Tujuan dapat berupa kebutuhan jangka pendek seperti kebutuhan sehari-hari dan dana darurat, jangka menengah seperti biaya pendidikan dan pembelian kendaraan, hingga jangka panjang seperti kepemilikan rumah, investasi, dan dana pensiun.

Langkah kedua adalah membuat anggaran keluarga dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran. Sehingga keluarga dapat mengetahui ke mana uang digunakan sekaligus menentukan prioritas antara kebutuhan pokok, cicilan, tabungan atau investasi, serta kebutuhan sosial dan kebaikan.

“Langkah ketiga adalah melakukan monitoring dan evaluasi atau MONEV. Peserta didorong untuk mencatat transaksi keuangan secara rutin, baik menggunakan buku catatan, aplikasi maupun spreadsheet seperti Google Sheets,” jelas Maulia.

“Evaluasi dilakukan setiap bulan untuk mengetahui apakah pengeluaran sudah sesuai dengan rencana atau masih terdapat pengeluaran yang perlu dikurangi,” sambung dia.

(foto: ist)

Maulia menuturkan, agar materi lebih mudah dipraktikkan, peserta juga diperkenalkan dengan contoh penyusunan anggaran keluarga. Yaitu pendapatan keluarga sebesar Rp8 juta per bulan dialokasikan ke dalam beberapa pos, antara lain kebutuhan pokok, cicilan, masa depan, dan kebaikan.

Contoh alokasi berupa 40 persen untuk kebutuhan pokok, maksimal 30 persen untuk cicilan, minimal 20 persen untuk masa depan, dan 10 persen untuk kebaikan. Alokasi tersebut menjadi panduan agar keluarga tidak menghabiskan seluruh pendapatan untuk konsumsi saat ini dan tetap memiliki ruang untuk menyiapkan kebutuhan masa depan.

“Melalui simulasi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis. Tapi juga diajak melihat secara praktis bagaimana sebuah keluarga dapat menyusun prioritas keuangan berdasarkan kemampuan pendapatannya,” tuturnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Maulia menjelaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan perlu dibangun dari lingkungan keluarga karena keputusan keuangan sehari-hari sangat menentukan kondisi ekonomi keluarga.

“Pengelolaan keuangan keluarga bukan sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran. Yang paling penting adalah bagaimana keluarga mampu menentukan prioritas, mengendalikan keinginan, menyiapkan kebutuhan masa depan, dan melakukan evaluasi secara rutin,” pesannya.

Melalui kegiatan tersebut, Fatayat NU Desa Gunungpring diharapkan dapat menerapkan pengelolaan keuangan secara lebih terencana dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ditutup dengan penguatan pesan bahwa mengatur keuangan hari ini merupakan bagian dari upaya membangun kehidupan keluarga yang lebih tenang, aman, dan sejahtera di masa depan.

Materi pengabdian juga menekankan prinsip “Catat, Evaluasi, Perbaiki, Capai Tujuan Keuangan” sebagai kebiasaan yang perlu diterapkan secara konsisten dalam pengelolaan keuangan keluarga. (ADV)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less