Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Karnaval Pekalongan Bernuansa Satanic Disorot MUI, Dinilai Bertentangan dengan Maulid Nabi

Karnaval Pekalongan Bernuansa Satanic Disorot MUI, Dinilai Bertentangan dengan Maulid Nabi

  • calendar_month 4 menit yang lalu

BNews—JATENG— Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti pelaksanaan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah. Karnaval tersebut menjadi perhatian setelah menampilkan pertunjukan bernuansa mistik yang dinilai mirip dengan ritual satanic.

SKNC 2026 sebelumnya digagas sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus khitanan massal ke-61. Namun, sejumlah atraksi dalam kegiatan tersebut menuai kontroversi dan keresahan di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis mengatakan atraksi menyeramkan yang menonjolkan simbol-simbol satanic serta aksi penyembelihan hewan secara sadis di muka umum bertentangan dengan esensi ajaran Islam dan nilai-nilai peringatan Maulid Nabi.

“Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Kiai Cholil kepada MUI Digital di Jakarta, Senin (14/9/2026).

MUI Ingatkan Makna Peringatan Maulid Nabi

Kiai Cholil menjelaskan, kegembiraan dalam memperingati kelahiran Rasulullah SAW semestinya diwujudkan melalui kegiatan yang mendidik, membawa kedamaian, serta mencerminkan akhlak mulia Nabi.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi dapat diisi dengan kegiatan syiar yang memperkuat keimanan, seperti membaca shalawat dan Alquran.

“Karnaval yang sifatnya mendidik tentu boleh, tetapi ketika itu menjadi animisme atau sesuatu yang menakutkan, tentu sangat bertentangan dengan haflah Maulid Nabi,” kata dia menegaskan.

Ia menilai konsep karnaval yang menampilkan visualisasi horor dan simbol-simbol yang dinilai menyimpang dapat menghilangkan makna spiritual perayaan Maulid Nabi.

Karnaval Pekalongan Tampilkan Simbol Satanic

Dalam SKNC 2026 yang viral di media sosial, pertunjukan tersebut memperlihatkan sejumlah talent mengenakan kostum menyerupai iblis. Mereka juga membawa kitab berlambang mata satu yang dikaitkan dengan Dajjal, obor, serta simbol pentagram terbalik yang disebut secara umum berkaitan dengan aliran satanic.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Selain itu, bagian yang paling menjadi sorotan adalah adegan penyembelihan seekor kambing di tengah rangkaian pertunjukan.

Kiai Cholil memperingatkan bahwa penyembelihan hewan dengan cara yang dinilai tidak beradab dan dijadikan tontonan horor bertentangan dengan syariat.

Dalam konteks memperagakan seni Islam dan keguyuban, Kiai Cholil mengingatkan jangan menyimpang menjadi tampilan setan-setan, atau menyembelih hewan dengan cara yang tidak baik, lehernya dipotong hingga terlepas dan seterusnya.

“Itu bukan ajaran Rasulullah,” ujar Kiai Cholil dengan nada prihatin.

MUI Imbau Tradisi Maulid Tetap Sesuai Nilai Islam

Kiai Cholil yang juga Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah mengimbau panitia penyelenggara serta masyarakat untuk mengembalikan tradisi peringatan Maulid Nabi sesuai arahan para ulama terdahulu.

Ia mendorong peringatan Maulid Nabi diisi dengan tradisi yang menyejukkan dan memperkuat silaturahmi. Kegiatan tersebut antara lain pembacaan ayat-ayat suci Alquran; lantunan shalawat, penyampaian mauidhoh hasanah atau nasihat-nasihat baik, kisah keteladanan Nabi, serta penyediaan makanan sebagai bentuk syukur dan sedekah.

Ketua Badan Pengurus DSN MUI tersebut juga berharap panitia kegiatan di berbagai daerah lebih selektif, bijaksana, dan berhati-hati dalam merancang ekspresi seni budaya Islami.

Kiai Cholil menegaskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus tetap terjaga kesuciannya agar menjadi sarana mendekatkan diri; kepada Allah SWT sekaligus memperkuat persaudaraan umat.

“Jangan menyimpang,” kata dia.

Sebab, kata Kiai Cholil, dalam konteks bagaimana memperagakan seni Islam, tentang keguyuban, jangan menyimpang menjadi setan-setan; menyembelih hewan dengan cara tidak baik, lehernya dipotong dan seterusnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less