Cerita Kelompok Karawitan Cahaya Bulan Sawangan, Berlatih Dengan Gamelan Usang

BNews—MAGELANG— Sejumlah anak-anak Dusun Gejayan, Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang nampak fasih bermain gamelan. Mereka tergabung dalam kelompok Karawitan Cahaya Bulan.

Ketua sekaligus Pelatih Karawitan Cahaya Bulan, M Saiful mengatakan bahwa kelompok karawitan ini terbentuk sejak awal pandemi Covid-19. Bermula dari keinginan untuk memberi pelatihan karawitan kepada anak-anak.

”Dimulai sejak adanya pandemi corona dan anak-anak ini sekolah online dari rumah. Dari pada mereka hanya bermain-main yang kurang manfaat, jadi saya berinisiatif mengajak mereka latihan karawitan,” kata dia, di sela-sela latihan kawaritan, Kamis (9/9/2021).

Dia menjelaskan, latihan dilakukan setiap hari setelah anak-anak selesai sekolah online. Biasanya dimulai pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.

”Latihan setiap hari sebenarnya dan untuk libur itu tidak pasti,” jelasnya.

Saiful menyebut, untuk gamelan sendiri, kondisinya sudah memprihatinkan. Sebab, alat-alat musik tradisional tersebut merupakan peninggalan simbah sekitar tahun 1985.

”Awalnya, saya memperbaiki gamelan ini sebisa saya. Baru setelah itu digunakan anak-anak untuk latihan. Namun ya diperbaiki, rusak lagi, perbaiki, rusak lagi. Kendalanya ya kurangnya alat dan fasilitas latihan,” ujarnya.

Lanjut Saiful, kelompok Karawitan Cahaya Bulan sudah beberapa kali tampil di acara-acara di luar desa setempat. Namun yang menjadi kendala yakni setiap tampil harus menyewa gamelan.

Dia pun berharap, ada pihak-pihak yang mau memberikan bantuan kepada kelompok Karawitan Cahaya Bulan. Agar bisa menambah semangat anak-anak untuk latihan dan melestarikan seni karawitan.

”Harapannya, kepada pihak-pihak terkait supaya memikirkan agar generasi sekarang ini bisa lebih mencintai seni budaya ini,” harapnya

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Salah satu orang tua, Edi Wardiyanto mengatakan bahwa dirinya senang karena antusias dan semangat anak-anak untuk berlatih karawitan tersebut.

”Ya karena pada dasarnya dulu, dari bapak, dari simbah itu menyukai kesenian jawa. Di sini setiap tahun ada merti desa dan pasti menggelar wayangan. Dulu wiyaganya dari sini,” katanya.

Dia mengaku bahwa setiap anak-anak itu tampil, para orang tua patungan untuk menyewa gamelan.

”Setiap tampil, kami harus nyewa itu sekitar Rp 1 juta. Nah kalau tiap hari ‘payu’ kan repot. Habis hanya untuk menyewa (gamelan). (Patungan) ini biar anak-anak semangat saat tampil,” katanya.

Edi berharap, ada pihak-pihak yang mau memberi perhatian lebih kepada anak-anak kelompok Karawitan Cahaya Bulan. ”Tolong kepada pihak manapun bisa memberi bantuan, apalagi dalam bentuk gamelan yang bagus,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Gejayan, Sidal menyebut bahwa pihaknya mendukung kegiatan kelompok Karawitan Cahaya Bulan. Dirinya pun berusaha mencari bantuan agar kelompok karawitan ini bisa mendapat gamelan yang baru.

”Ya ada rencana mengajukan bantuan agar bisa mendapat gamelan yang baru,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: