Cerita Remaja Magelang Keliling Berbagi Nasi Gelandangan dan Warga Isoman

BNews—MAGELANG— Komunitas Berbagi Nasi (Bernas) Magelang ’mengulurkan tangan’ kepada sesame di tengah pandemi Covid-19, salah satunya dengan berbagi nasi kotak dan susu. Mereka berbagi kebaikan kepada warga di wilayah kota Magelang yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Sosok remaja yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan ini adalah Rani dan Aditya. Keduanya saat ini masih masih duduk di bangku SMA. Sudah setahun belakangan ini mereka bergabung dalam komunitas tersebut.

Rani mengatakan, Komunitas Bernas semula hanya membangikan makanan siap santap untuk orang telantar yang tinggal di jalanan. Namun, semenjak pandemi Covid-19, kegiatan diperluas bagi warga isoman, utamanya menyediakan makanan bergizi.

”Kami ingin memanusiakan manusia. Membantu mengantar nasi untuk warga isoman yang tidak bisa keluar rumah. Walaupun cari alamatnya kadang juga susah,” kata Rani, Sabtu (21/8).

Saban hari Selasa, Kamis dan Sabtu, Rani dan para Pejuang Nasi lainnya berkeliling mengantar makan siang untuk warga yang sedang isoman. Pejuang Nasi adalah sebutan untuk anggota komunitas Bernas.

Komunitas Bernas Nasi rata-rata menyiapkan 50 hingga 60 porsi nasi bungkus atau kotak setiap kali pengiriman. Pada puncak penularan Covid Juni lalu, nasi yang dikirim bisa mencapai seratus bungkus.

Jumlah kiriman ini tergantung jumlah pasien isoman yang meminta bantuan makanan siap santap. Kebutuhan mereka sebelumnya didata melalui pesan WhatsApp. Selain makanan siap santap, tim relawan juga menyiapkan kebutuhan bahan pokok, popok bayi, pembalut wanita, serta vitamin dan obat-obatan. 

Salah seorang anggota senior, Fida Nastiti menjelaskan, komunitas Bernas Magelang mulai aktif berkegiatan pada Januari 2013. Mulanya hanya membagikan nasi untuk gelandangan dan mereka yang hidup di jalanan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Banyak orang di jalan yang tidur dalam kondisi kelaparan. Kami memberikan minimal bungkus nasi. Kebanyakan gelandangan psikotik, orang dengan ganguan jiwa, pekerja pasar, tukang becak, dan pemulung,” jelasnya.

Setiap malam Minggu, Pejuang Nasi menyusuri emperan toko dan lorong pasar mencari gelandangan yang belum makan. Mereka memilih membagikan makanan malam hari. Alasannya, sore hari biasanya ada warung yang membagikan sedekah makanan.

”Kalau malam, mereka yang tidak dapat jatah sedekah dari warung itu, kan masih kelaparan. Jadi waktu kami kasih makanan, mereka senang banget langsung dimakan,” ungkapnya.

Anggota komunitas Bernas Magelang saat ini lebih kurang berjumlah 48 orang. Beberapa beprofesi sebagai pekerja swasta, dokter, dan polisi. Tapi kebanyakan anggota komunitas adalah anak muda yang berstatus pelajar dan mahasiswa.

Sejak Juni 2021, kegiatan komunitas Bernas diperluas dengan ikut membantu menyediakan makanan untuk pasien isoman. Setiap Selasa, Kamis dan Sabtu, Pejuang Nasi membagikan makan siang ke warga isoman yang tinggal di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang.

Pasokan makanan akan dihentikan apabila pasien melaporkan telah sembuh dan selesai menjalani isoman. Banyak dari mereka yang kemudian secara estafet turut menjadi donatur pengadaan makanan untuk pasien isoman lainnya.

”Ada juga yang donasi selain untuk warga isoman juga untuk tenaga kesehatan. Nanti kami kirim ke RSUD. Pokoknya pada prinsipnya kami membagikan nasi siap santap,” pungkas dia. (ifa/han)

Sumber: Suara

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: