Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Daftar Negara yang Diizinkan Iran Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Kapal Indonesia?

Daftar Negara yang Diizinkan Iran Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Kapal Indonesia?

  • calendar_month Sel, 7 Apr 2026

BNews–INTERNASIONAL – Konflik Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz kini memasuki bulan kedua. Situasi ini menjadi perhatian dunia karena sekitar 20 persen distribusi minyak mentah global melewati jalur strategis tersebut.

Konflik yang berkepanjangan memicu gangguan jalur distribusi bahan bakar, sehingga banyak negara mulai melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, Iran dilaporkan mulai mengizinkan sejumlah kapal melintasi Selat Hormuz secara terbatas.

Berdasarkan laporan perusahaan intelijen maritim, Windward, sejumlah kapal diketahui berhasil melintas pada 15–16 Maret 2026. Meski telah membuka akses terbatas, Iran tetap menegaskan bahwa pembatasan diberlakukan terutama terhadap kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Daftar Negara yang Diizinkan Iran Melintasi Selat Hormuz

Dilansir dari Kantor Berita Rusia Sputnik, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak untuk melewati Selat Hormuz.

Pakistan masuk dalam daftar negara yang diizinkan melintas setelah terdeteksi adanya kapal tanker berbendera Pakistan yang keluar dari kawasan Selat Hormuz.

Selain itu, Turki dan Spanyol juga disebut memperoleh izin setelah melalui proses negosiasi khusus dengan pihak Iran. Negara lain yang disebut telah mendapatkan akses usai melakukan koordinasi adalah Thailand, Sri Lanka, Malaysia, Korea Selatan, dan Bangladesh.

Apakah Indonesia Sudah Mendapatkan Izin?

Mengutip Antara, hingga saat ini Indonesia belum bisa meloloskan dua kapal tanker milik PT Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang masih tertahan di kawasan Selat Hormuz.

Advertisements

PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) disebut masih terus berdiskusi terkait aspek teknis dan diplomatik agar kedua kapal tersebut dapat melintas dengan aman.

“Sejak isu ini muncul, PIS telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kemenlu dan secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” ucap Vega Pita selaku Manager of Corporate PIS.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia disebut telah menerima respons positif dari Iran terkait permintaan agar kedua kapal tanker Pertamina dapat melintas dengan aman.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Kementerian Luar Negeri bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran juga telah melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Iran guna memastikan keselamatan kedua kapal tersebut.

“Ini masih dibicarakan, masih dinegosiasi. Ada sinyal positif, kita lihat nanti eksekusinya seperti apa,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono.

Setelah adanya respons positif tersebut, berbagai pihak terkait langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti persoalan ini; termasuk menyiapkan langkah-langkah prosedural yang harus dijalankan.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian waktu kapan kedua kapal tersebut dapat sepenuhnya keluar dari Selat Hormuz.

Selain fokus pada kelancaran pelayaran, pemerintah Indonesia juga terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi; keselamatan seluruh awak kapal yang berada di atas dua tanker tersebut tetap aman.

Situasi di Selat Hormuz sendiri masih menjadi perhatian serius karena jalur ini merupakan salah satu rute paling; vital bagi distribusi energi dunia. Gangguan yang berkepanjangan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak global, termasuk berdampak pada harga BBM di berbagai negara. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less