Delapan Orang Sekeluarga di Bantul Positif Covid, Diantaranya Bayi 15 Bulan

BNews–JOGJA– Satu keluarga berjumlah lima orang di Banguntapan Bantul Jogja dinyatakan positif covid-19 kemarin (30/6/2020). Salah satu diantaranya merupakan bayi berusia 15 bulan.

Camat Banguntapan Fauzan Mu’arifin membenarkan pasien tersebut merupakan warganya. “Menurut laporan Pemda DIY hari ini terdapat tambahan 7 orang pasien positif. Enam orang dari Kabupaten Bantul, dan lima diantaranya satu keluarga di Kecamatan Banguntapan,” katanya kemarin seperti dikutip Harjo (30/6/2020).

Diungkapkannya,Kelima orang itu masih satu keluarga yang terdiri dari dua orang perempuan dan tiga orang laki-laki. “Salah satunya anak-anak yang paling kecil usia 15 bulan, laki-laki,” imbuhnya.

Fauzan mengatakan lima orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut masih bagian dari keluarga tiga orang yang dinyatakan positif lebih dulu dan masih dalam perawatan di rumah sakit. Dengan demikian total ada delapan orang dalam satu keluarga tersebut yang positif.

Fauzan menduga awal penularan Covid-19 dalam keluarga tersebut dari ayahnya yang melakukan perjalanan ke Surabaya pada Mei lalu untuk menjenguk keluarga. Kemudian saat pulang dinyatakan positif dan menularkan kepada dua anggota keluarga. Kini lima orang lainnya dalam satu keluarga itu juga ikut tertular.

Adanya penambahan lima kasus positif Covid-19 di Banguntapan ini menempatkan Banguntapan terbanyak pasien positif. Sejak Maret lalu sampai saat ini sudah ada 26 pasien positif di Banguntapan. dari 26 orang itu, 12 orang di antaranya sembuh, satu orang meninggal duna, dan 13 orang lainnya kini masih dalam perawatan di rumah sakit.

Sementara sebaran pasien di Banguntapan meliputi enam desa dan 11 dusun.

Loading...

Adapun penyebaran melalui beberapa klaster, yakni tranmisi wilayah zona merah luar DIY, Pekerja Migran Indonesia (PMI), jemaah tablig, kalster Indogrosir dari karyawan dan pembeli, dan non klaster.

Fauzan meminta peran serta masyarakat dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan cara mengikuti anjuran pemerintah.  

“Isolasi bukan hanya antarwarga, tapi juga berlaku antarkeluarga. Walaupun keluarga inti kalau habis melakukan perjalanan ya harusnya isolasi,” pungkasnya. (*/Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: