Desa di Lereng Merapi Keluhkan Jalur Evakuasi Pengungsi Rusak Parah

BNews—JOGJAKARTA— Warga lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman Jogjakarta mengeluhkan kondisi jalur evakuasi yang masih rusak. Mereka berharap pemerintah setempat segera melakukan perbaikan demi terjaminnya keselamatan warga bilamana terjadi erupsi.

Salah satu warga yang mengeluhkan kerusakan jalur evakuasi adalah Heri Suprapto. Tokoh masyarakat di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Heri Suprapto itu menjelaskan jika jalur evakuasi menuju barak pengungsian di Desa Wukirsari dinilai belum baik.

”Kondisi jalur evakuasi saat ini banyak berlubang,” kata Heri di Balai Desa Kepuharjo, Jumat (01/7).

”Kalau Kepuharjo itu, ya, jalur evakuasinya sudah baik. Tapi itu ada jalur yang menuju barak pengungsian di Desa Wukirsari yang rusak parah karena banyak truk pengangkut pasir yang melintas,” sambung pria 60 tahun itu.

Heri menegaskan, saat ini masyarakat sudah siap jika sewaktu-waktu terjadi erupsi Gunung Merapi. Menurut dia, masyarakat telah belajar dari erupsi 2006 dan 2010.

“Kalau masyarakat di Desa Kepuharjo ini semuanya sudah siap,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan warga Desa Glagahrejo. Salah satu warga Rambat Wahyudi yang juga tergabung dalam Komunitas Siaga Merapi (KSM) Glagaharjo itu mengaku hanya memiliki satu jalur evakuasi.

”Di Glagaharjo itu jalur evakuasi untuk warga Kalitengah, Srunen dan Singlar sekarang cuma ada satu, yaitu di Jalan Kikis perbatasan dengan Klaten. Padahal ada satu jalur lagi yang bisa digunakan tapi kondisinya sudah tidak bisa dilalui,” ungkap Rambat.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Supriyanto menyebut jika pembangunan jalur evakuasi terkendala regulasi. Sebab, di kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi tidak boleh ada pembangunan.

”Di KRB III terbentur peraturan BNPB KRB III tidak boleh dibangun itu menjadi kendala Kabupaten Sleman untuk membangun memperbaiki jalur evakuasi di KRB III,” jelas Joko di Glagaharjo.

Namun, karena masih ada warga Sleman yang tinggal di KRB III, Pemkab Sleman mengeluarkan kebijakan khusus. ”Tetapi Kabupaten Sleman sudah menetapkan jalur evakuasi dengan SK bupati sehingga dengan penetapan SK Bupati bisa memperbaiki jalur evakuasi di KRB III,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: