Universitas Muhammadiyah Magelang Resmi Buka Prodi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026

Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) resmi membuka Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi. Peresmian ini dilaksanakan di Auditorium Kampus 1 Unimma, Kamis (8/1/2026). (Foto: mta)
BNews–MAGELANG– Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) resmi membuka Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi. Peresmian ini dilaksanakan di Auditorium Kampus 1 Unimma, Kamis (8/1/2026).
Peresmian dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin yang didampingi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Aisyah Endah Palupi dan Rektor Unimma Lilik Andriyani. Turut hadir sejumlah tokoh penting dari Muhammadiyah, pejabat daerah, dan segenap tamu undangan lainnya.
Menkes Budi mengapresiasi pembukaan Prodi Kedokteran Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi di Unimma. Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menambah jumlah dokter di Indonesia.
“WHO memakai ukuran 1 dokter per 1.000 penduduk. Sedangkan Indonesia hanya sekitar 0,6-0,7 per 1.000. Nah, kalau kita mau naik dari 0,6 ke 1 per 1.000, kira-kira kalau penduduk Indonesia 280 juta itu butuh 280 ribu dokter,” kata Budi dalam sambutannya, Kamis (8/1/2026).
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Menurutnya, sejauh ini lulusan dokter setiap tahun hanya sekitar 12.000. Dari angka itu, posisi Indonesia sudah tertinggal 12 tahun untuk mengejar rata-rata negara berpendapatan menengah ke bawah.
“Kalau mengejar rata-rata dunia, maka naiknya harus ke 1,76 per 1.000 atau butuh sekitar 280.000 dokter lagi untuk mengejar rata-rata dunia,” ujarnya.
Budi pun meminta kepada Muhammadiyah agar memperbanyak lulusan dokter dan dokter gigi. Disebutkan bahwa dari 10.000 puskesmas yang ada, sebanyak 500 puskesmas tidak ada dokternya dan hampir 4.000 puskesmas tidak memiliki dokter gigi.
“Mohon bantuannya pak Haedar kalau sekarang ada 23 fakultas kedokteran, kalau bisa dinaikkan jadi 83 FK. Titip juga, kalau buka, izinnya jangan hanya dokter saja, tapi juga sekalian dokter giginya,” imbuhnya.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengungkap bahwa permintaan Menkes tersebut merupakan hal yang harus disikapi positif.
“Kita punya 164 perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Bila diminta untuk membuat 83 FK, sebenarnya bagi kami tidak ada hambatan, karena kami punya 91 universitas. Tinggal regulasinya dibikin yang adaptif sesuai keperluan,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Unimma Lilik Andriyani menambahkan, pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2026-2027 sudah dibuka.
“Fakultas kedokteran mulai tahun ini, kita sudah mulai pembukaan pendaftaran. Untuk pertama, kapasitas sebanyak 50 untuk menerima mahasiswa baru FK. Saat ini, Unimma memiliki 28 prodi, ke depan bakal ada penambahan-penambahan prodi. Semoga nanti diizinkan juga untuk membuka Fakultas Kedokteran Gigi,” imbuhnya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar