Pj Gubernur Jateng Berdiskusi dengan APINDO untuk Putuskan UMP Tahun 2024
- calendar_month Kam, 2 Nov 2023

PJ Gubernur Jateng saat diskusi terkait UMP Jateng Tahun 2024
BNews-JATENG- Komjen Pol (P) Nana Sudjana, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, sedang mendengarkan aspirasi dari pengusaha dan buruh seputar upah minimum provinsi (UMP) Jawa Tengah tahun 2024.
Setelah melakukan diskusi dengan buruh pada bulan Oktober 2023 lalu, Pj Gubernur Jateng bertemu dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jateng di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu, 1 November 2023. Salah satu agenda pertemuan tersebut adalah pembahasan UMP.
“Saya telah bertemu dengan perwakilan dari rekan-rekan buruh. Kami mendengar dan menerima aspirasi mereka mengenai upah minimum. Sekarang, kami bertemu dengan perwakilan pengusaha untuk mendengarkan masukan dari mereka,” ujar Nana.
Pembahasan UMP selalu menarik perhatian setiap mendekati akhir tahun. Oleh karena itu, mengumpulkan aspirasi; dan masukan dari semua pihak yang terlibat telah menjadi tradisi Pemprov Jateng sebelum membahas dan menetapkan UMP.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Ahmad Aziz, menjelaskan; bahwa formula UMP dibahas oleh dewan pengupahan provinsi atau lembaga tripartit yang terdiri dari pemerintah provinsi, serikat buruh atau pekerja, dan perwakilan pengusaha.
Aziz menyatakan bahwa pembahasan UMP saat ini masih menunggu aturan yang pasti yang akan diterbitkan; oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.
“Rancangan aturan sudah disiapkan oleh kementerian. Telah diuji publik dan dalam beberapa pekan ke depan, formula untuk menghitung upah minimum mungkin akan diumumkan,” jelas Aziz.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Sementara itu, Ketua DPP APINDO Provinsi Jawa Tengah, Frans Kongi, menyatakan bahwa selama ini para pengusaha; yang tergabung dalam APINDO berkomitmen untuk menjaga hubungan industri yang baik di Jawa Tengah.
Hubungan tersebut baik antara pengusaha dengan pekerja maupun pengusaha dengan pemerintah.
“Kami juga membahas soal upah minimum ini,” tambahnya.
Frans Kongi menambahkan bahwa sebagai pengusaha, mereka berkomitmen untuk menjadikan buruh sebagai mitra. Mereka juga akan memperhatikan dan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. (*/ihr)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar