Dikhawatirkan Ada Penyusup, 670 Brimob Disiagakan Antisipasi Demo di Magelang

BNews—MAGELANG— Polres Magelang Kota menyiapkan berbagai langkah antisipasi kegiatan unjuk rasa tolak UU Omnibus Law di wilayahnya. Salah satunya dengan meminta pelaksaan aksi dibatalkan.

“Dari penyelenggara memberikan surat pemberitahuan adanya aksi tersebut kepada Polres Magelang Kota. Namun, aksi tersebut diimbau supaya tidak dilaksanakan,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setyawan, kemarin (12/10/2020).

Menurutnya, selain dikhawarirkan menjadi kluster Covid-19, Kapolres juga khawatir adanya penyusup atau provokator yang menunggangi aksi.

Seperti yang terjadi pada aksi demo Jumat (9/10/2020) kemarin, diduga terdapat kelompok anarkis yang menyusup. “Boleh saja menyampaikan pendapat, tetapi tidak merugikan orang lain,” katanya.

“Tujuannya malah untuk merugikan. Jadi kebalik. Tujuannya malah merusak, tetapi bukan untuk menyampaikan pendapat. Atau menyampaikan pendapat dengan cara merusak, kan jangan seperti itu. Ini yang menunggangi yang bahaya,” kata dia.

Meski demikian, pihaknya tetap siaga. Sebanyak 670 personel kepolisian dari Polres Magelang Kota dan Brimob Polda Jateng akan diturunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa oleh Aliansi Rakyat Kedu-Magelang Bergerak #2 hari ini (13/10/2020).

Untuk titik lokasi aksi di depan Kantor DPRD, sehingga pengamanan akan dilaksanakan di sana. “Fokus nanti adalah melakukan pengamanan terhadap aset Pemkot Magelang yaitu kantor DPRD dan Pemkot Magelang,” katanya.

Loading...

“Kami lakukan pengamanan dari potensi kelompok anarkis yang berpotensi menyusup. Besok, 670 personel dari Polres Magelang Kota dan Brimob Polda Jateng. Polres Magelang akan fokus di Mal Artos magelang,” pungkas dia. (her/wan)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: