Dilaporkan Bunuh Diri, Pemuda ini Ternyata Dibunuh Ayah dan Kakak Kandung
- calendar_month Kam, 27 Jul 2023

ayah dan kakak yang tega membunuh
BNews-NASIONAL- Seorang ayah berinisial SR (61) dan anaknya, TR (34), diamankan jajaran Polresta Bandar Lampung. Ayah dan anak itu ditangkap karena membunuh anggota keluarganya.
Korban berinisial S (31), yang merupakan anak dari SR atau adik dari pelaku TR. Pembunuhan itu terjadi di Jalan Pekon Ampai, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Minggu (23/7/2023).
Setelah menghabisi nyawa korban, kedua pelaku melaporkan kematian S karena bunuh diri.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Ino Harianto, membenarkan kejadian tersebut.
“Dua pelaku pembunuhan tersebut, yakni ayah korban yakni SR dan kakak korban TR,” ujarnya.
Ino menyebut, kasus pembunuhan ini terungkap dari informasi yang menyebut S tewas karena bunuh diri. “Jadi berawal dari informasi adanya informasi bunuh diri tersebut, kemudian petugas inafis dan petugas Polsek Telukbetung Timur datang ke lokasi,” tambahnya.
Pihak kepolisian yang mendapat laporan lantas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari olah TKP itu, ditemukan sejumlah barang bukti yang mengarah bahwa kematian korban bukan karena bunuh diri.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Dari situ, polisi melakukan penyelidikan hingga terungkap bahwa korban dihabisi oleh ayah dan kakaknya.
Dikutip dari Tribubandarlampung.com, korban disebut mengalami gangguan kejiwaan. “Dua pelaku pembunuhan tersebut, yakni ayah korban yakni SR dan kakak korban TR,” ujarnya.
Ino menyebut, kasus pembunuhan ini terungkap dari informasi yang menyebut S tewas karena bunuh diri. “Jadi berawal dari informasi adanya informasi bunuh diri tersebut, kemudian petugas inafis dan petugas Polsek Telukbetung Timur datang ke lokasi,” tambahnya.
Pihak kepolisian yang mendapat laporan lantas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari olah TKP itu, ditemukan sejumlah barang bukti yang mengarah bahwa kematian korban bukan karena bunuh diri.
Dari situ, polisi melakukan penyelidikan hingga terungkap bahwa korban dihabisi oleh ayah dan kakaknya.
Sebelum pembunuhan terjadi, kata Ino, korban sempat marah-marah dengan membawa sebilah pisau.
Saat itu, TR mencoba menenangkan adiknya, tapi korban tidak bisa tenang dan malah menyerang TR.
“Melihat kedua anak laki-lakinya ini ribut dan ayah korban ini berusaha melerai. Tetapi sebelum melerai, ayahnya atau pelaku mengambil sebilah pisau yang diselipkan di pinggangnya,” ungkap Ino.
SR juga sempat membujuk anaknya itu, namun tak dihiraukan oleh korban. Bahkan, Ino melanjutkan, korban juga menyerang SR.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Pada saat itu, kakak korban lalu masuk lagi untuk melakukan serangan balik,” terangnya.
SR pun masih berupaya melerai kedua anaknya yang saat itu saling serang. “Pelaku SR ini melakukan perlawanan dan awalnya korban ini akan ditusuk dadanya oleh ayahnya dan tetapi ditepis korban,” bebernya.
Ino menyebut, korban dipegang oleh kakaknya, lalu sang ayah menusuk di bagian leher korban hingga meninggal dunia.
Ino menambahkan, soal informasi yang menyebut bahwa korban mengalami depresi, pihaknya akan mendalami lebih lanjut. Begitu juga terkait motif pembunuhan.
SR mengaku nekat menghabisi nyawa anaknya karena perbuatan korban yang dinilai melewati batas. Ia mengaku, pernah dipukul oleh korban menggunakan bata.
Tak hanya itu, SR juga mengaku pernah ditendang oleh korban berulang kali. “Anak saya ini sudah melewati batas dan saya pernah dipukul juga dengan memakai bata, hingga ditendang beberapa kali,” ucapnya.
SR menyebut, anaknya sebenarnya tidak sakit. Namun, setiap kali mengonsumsi sabu, perilaku korban menjadi hilang kendali.
“Kalau sakit sudah lima tahun, tapi sebenarnya anak saya tidak sakit, hanya setelah memakai sabu-sabu dia mengamuk,” terangnya.
Masih dikatakan SR, korban juga kerap mengamuk ibunya dan tetangga. “Tetangga saya juga sering diamuk, kalau anak saya ini anak kedua dan tidak bekerja,” ucapnya. (*/tribun)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani





Saat ini belum ada komentar