Ditangkap! 3 Pelaku Klitih Tebas Telinga Pakai Pedang di Sleman

BNews—JOGJAKARTA— Tiga orang pelaku aksi klitih ditangkap usai menebar teror di Jalan Laksda Adi Sucipto Caturtunggal, Depok, Sleman, Minggu (7/2). Tanpa ampun, mereka menebas telinga korban yang dianggap sebagai musuhnya. Meski diakui serangan tersebut salah sasaran.

Ketiga pelaku yang diamankan adalah IP, 20, warga Pringgodani, Mrican, Caturtunggal, Depok sebagai eksekutor. Kemudian DM, 17, warga Samirono, Caturtunggal, Depok dan NA, 19, warga Jalan Jembatan Merah, Condongcatur, Depok. 

Akibat ulah ketiganya, korban Dias Prasetiyo, 17, warga Gondokusuman Yogya, mengalami luka bacok pada bagian telinga sebelah kiri.

Kapolsek Depok Barat Kompol Racmadiwanto didampingi Kanit Reskrim IPTU Mahardian Dewo mengatakan, peristiwa pembacokan itu terjadi sekitar pukul 02.26WIB. Peristiwa bermula saat korban bersama teman-temannya makan di warung burjo di daerah Papringan.

Setelah itu korban dan temannya menuju ke daerah Janti, Caturtunggal dengan tiga sepeda motor. Sesampainya di lokasi kejadian, dari arah belakang tiba-tiba datang ketiga pelaku berboncengan. Mereka mendekat ke arah korban.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Saat posisinya sudah dekat, IP menyabetkan sebilah pedang ke satu rekan korban mengenai helm. Pelaku kembali meyabetkan pedang mengenai telinga kiri Dias. Korban dan teman-temannya tak kuasa melawan. 

Mendapat serangan dari pelaku, korban kemudian melompat dari sepeda motor untuk menyelamatkan diri. Sementara itu, para pelaku berhasil melarikan diri ke arah timur. 

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Usai kejadian, teman-teman korban dengan dibantu warga sekitar kemudian mengejar pelaku. Sesampainya di wilayah Babarsari, Caturtunggal, Depok, ketiga pelaku jatuh dari sepeda motor. Saat itu juga pelaku NA berhasil diamankan. 

”NA sempat dipukuli warga. Beruntung anggota dengan sigap berhasil mengamankan. Sedang pelaku IP dan DM berhasil melarikan diri dengan berjalan kaki,” Rachmadewanto.

Tidak mau buruannya lepas, dengan dipimpin IPTU Dewo, polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku IP dan DM. Tidak butuh waktu lama buat petugas untuk mendeteksi kedua pelaku. Mereka pun disergap di rumah masing-masing.

”Pedang yang digunakan untuk melakukan pembacokan milik NA, dibeli dari pasar loak. Pedang itu sengaja persiapkan untuk mencari orang yang mereka cari,” tandasnya.

Kepada polisi, ketiga pelaku awalnya menenggak minuman keras (miras) di daerah Mrican. Saat hendak pulang, IP dan DM mengaku dikejar orang di daerah kampus Sanata Dharma dengan sepeda motor matik. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: