Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Dosen UNIMMA Jelaskan Teknologi ILSV Black Navy Usai Insiden Rantis Lindas Ojol di Jakarta

Dosen UNIMMA Jelaskan Teknologi ILSV Black Navy Usai Insiden Rantis Lindas Ojol di Jakarta

  • calendar_month Sab, 30 Agu 2025

BNews–MAGELANG– Sebuah video insiden antara pengemudi ojek online (ojol) dan kendaraan taktis (rantis) Brimob menjadi sorotan publik di media sosial.

Dalam rekaman itu terlihat pengemudi ojol tertabrak kendaraan berwarna hitam yang dikenal sebagai ILSV (Indonesian Light Strike Vehicle) Black Navy saat pengamanan aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Kejadian tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Selain menyoroti tragedi yang terjadi, banyak pula warganet mempertanyakan; kemampuan kendaraan taktis tersebut, termasuk klaim bahwa bodinya anti peluru.

Menanggapi hal itu, Ilham Habibi, ST., MT., dosen Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA;, memberikan penjelasan dari sisi keilmuan.

Ia menegaskan bahwa kendaraan ILSV Black Navy merupakan produk teknologi pertahanan modern karya anak bangsa.

“ILSV Black Navy bukan sekadar mobil biasa. Ini adalah simbol kemampuan bangsa kita untuk menghadirkan teknologi pertahanan yang modern dan tangguh,” ujarnya.

Habibi menjelaskan bahwa baja yang digunakan pada ILSV Black Navy dikenal dengan sebutan armor steel atau ballistic steel.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Baja ini diproduksi melalui serangkaian proses khusus mulai dari pemilihan komposisi paduan, perlakuan panas (heat treatment), hingga pengendalian struktur mikro.

“Proses tersebut menghasilkan sifat kombinasi yang sulit dicapai, yaitu keras untuk menghentikan peluru, namun tetap ulet agar tidak mudah retak atau pecah,” tuturnya.

Menurutnya, kendaraan taktis ini dirancang dengan baja lapis anti peluru yang mampu menahan proyektil senjata api berstandar NIJ Level III, termasuk peluru dari M16 maupun AK-47.

“Jika mobil ini mampu menahan peluru, maka secara logika sederhana, batu, benda tumpul, atau bahkan tusukan pisau bukanlah ancaman berarti bagi struktur kendaraan. Inilah kenapa kendaraan ini sangat cocok digunakan di lapangan, termasuk dalam pengamanan massa,” tambahnya.

Selain bodi baja, ILSV Black Navy juga dilengkapi ban run-flat, yaitu ban yang tetap bisa digunakan meski tertembus peluru. Hal ini membuat kendaraan tetap dapat bergerak meskipun dalam kondisi darurat.

“Di UNIMMA, mahasiswa Teknik Mesin belajar langsung bagaimana logam bisa dimodifikasi karakternya menjadi tahan peluru. Ini bukan teori saja, tetapi aplikasi nyata yang mendukung teknologi strategis nasional,” terang Habibi.

Sebagai institusi pendidikan tinggi Muhammadiyah, UNIMMA berkomitmen mendukung kemandirian bangsa di bidang teknologi.

Melalui riset dan pengajaran, kampus ini berharap dapat melahirkan lebih banyak inovator muda yang mampu memperkuat industri dan pertahanan Indonesia. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less