Duaarrr… 3 Truk Kecelakaan di Jalan Magelang-Secang

BNews—SECANG— Kecelakaan kendaraan berat kembali berjadi di Jalan Magelang-Secang. Peristiwa ini melibatkan tiga truk yang saling bertabrakan.

Insiden ini terjadi di dekat dekat MAN 1 Payaman Dusun Tegowanon, Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Sementara kendaraan yang terlibat yakni; truk Isuzu nomor polisi H 1424 JR, pikap L300 H 1687 NC dan truk Mitsubishi H 1819 BN.

Kanit Laka Lantas Polres Magelang, Ipda Dimmas membenarkan peristiwa kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan. Ia menjelaskan insiden ini terjadi Selasa, (4/5), sekitar pukul 23.30WIB.

Dimmas menjelaskan, kronologi bermula Ketika Truk Isuzu H 1424 JR yang dikemudikan Agus Sunarto, 35, melaju dari arah Magelang menuju Secang. Warga Dusun Pilang, Desa Tambakroto, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak ini diduga berjalan terlalu ke sisi kanan.

Di waktu bersamaan, dari arah berlawanan (Secang menuju Magelang) terdapat pikap L300 Nopol H 1686 NC yang dikendarai Munir, 41. Warga Dusun Senden Padan 3/2, Desa Krincing, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang ini hendak bersiap belok kanan masuk gang.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Karena jarak terlalu dekat, kecelakaan antara truk Isuzu dan pikap L300 tak terhindarkan hingga terdorong ke belakang. Belum selesai, bersamaan dengan itu di belakang jalur pikap terdapat truk Mitsubishi H 1819 BN yang juga menabrak mobil tersebut.

Pengemudi truk Mitsubishi diketahui bernama Suhardi, 50 warga Trengguli RT3 RW4, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Mengetahui terjadi kecelakaan, polisi yang sedang rutin berpatroli langsung melakukan tindakan. Mulai dari mengecek korban, mencatat saksi-saksi di TKP, mengamankan barang bukti, olah TKP laka lantas dan menghubungi keluarga korban.

”Sopir beserta kendaraan untuk sementara kita amankan sambil dimintai keterangan. Untuk pengemudi truk isuzu atas nama Agus ternyata belum memiliki SIM,” ujarnya.

Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil ditaksir mencapai belasan juta rupiah. ”Untuk sementara kerugian ditaksir Rp15 juta rupiah,” ungkapnya.

Imbuh Dimmas, pihaknya mengimbau untuk lebih barhati-hati dan selalu mentaati rambu-rambu lalu lintas. Kemudian sesuai dengan imbauan pemerintah untuk masyarakat agar tidak melaksanakan mudik.

”Hal ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai covid-19,” imbaunya.

Berkaca dari kejadian di India yang mengalami gelombang kedua covid-19 akibat mengabaikan protokol kesehatan pada saat perayaan hari keagamaan. Oleh karena itu masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi situasi seperti ini.

”Tetap patuhi protokol kesehatan dan peraturan berlalu lintas. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan keselamatan,” pungkas Dimmas. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: