Duh… 5 Santri Ponpes Ngruki Terseret Ombak, 4 Masih Hilang
- calendar_month Jum, 18 Nov 2022

GULUNG: Anak-anak bermain ombak di pantai. (gambar: ilustrasi/sumber: ist)
BNews–JOGJA-– Lima santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo terseret ombak di Pantai Seruni Kelurahan Tepus, Gunung Kidul. Empat di antaranya berhasil selamat, sementara satu lagi hilang dan masih dalam pencarian.
Anggota SAR DIY Ryan Samudra mengatakan peristiwa terseretnya santri binaan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir itu terjadi Jumat (17/11/2022) pagi tadi sekitar pukul 05.30 WIB.
Awalnya, kelima santri bersama 100-an santri Al Mukmin Sukoharjo menginap bersama di Pantai Seruni sejak Rabu (16/11/2022) sekitar pukul 17.00 WIB.
Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WIB korban bersama empat rekannya mandi di pantai dan diduga terlalu ke tengah.
”Nahas, kelimanya terseret ombak. Empat di antaranya berhasil ditolong sejumlah warga yang melihat dan berhasil menepi. Tapi satu santri terseret ombak dan dinyatakan hilang,” katanya seperti dikutip Solopos.com.
Ia menyebutkan, empat santri yang berhasil selamat yakni Fayadh (20), Ahmad Zaki Nurohman (17), Muhamad Kholil Akbar (17), dan Fajar (18). Sementara, korban yang masih dalam pencarian yakni Muhammad Yuski Fahimudin (18), santri asal Gesing RT 5 RW 1 Banjarsari, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Saat ini pihaknya masih melakukan pencarian dengan menurunkan kapal rescue dari Pantai Ngandong untuk melakukan penyisiran melalui jalur laut.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
”Dalam pencarian ini Jumlah personel yang diperbantukan sebanyak 50 orang. Ini personel baru perjalanan ke lokasi untuk operasi SAR. Nanti perkembangan akan kita sampaikan kembali,” terang Ryan.
Sementara itu, Direktur Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, Ustaz Yahya Abdurrohman, saat ditemui di kawasan ponpes mengakui memang ada kegiatan santri di pantai. ”Itu kegiatan anak semester akhir, mestinya kegiatannya rihlah [perjalanan pulang] tapi anak putra rihlah tidak mau maunya bermalam di pantai, ya kami ikuti,” jelas Ustaz Yahya.
Dia menambahkan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengirimkan sejumlah tim ke lokasi kejadian jika dibutuhkan. ”Kami belum tahu berita ini secara jelas, secara utuh belum mendapat laporan. Kalau memang ini betul insyaallah kami akan mengirim tim, menunggu perkembangan,” ungkapnya. (*/solopos)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar