Duh…Belum Juga Padam, Kebakaran Sumbing Ancam Sumber Air

BNews—MUNGKID— Kebakaran lahan di lereng Gunung Sumbing ancam sumber mata air diatasnya. Kejadian tersebut sudah berlangsung selama tiga hari, dan kini belum padam.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto mengatakan kebakaran tersebut terjadi sejak tanggal 23 Oktober hingga sekarang masih belum padam (25/10). “Pengamatan dari tim lapangan pada pukul 07.40 WIB, titik api terlihat semakin membesar. Arah angin masih terpantau landai dan arah rambatan kebakaran menuju ke puncak,” katanya (25/10).

Advertisements


Disebutkan, jika api terus merambat kearah puncak maka akan mengancam sumber mata air. “Sumber mata air yang terancam yakni Kuwadakan dan Dampit, dimana sumber mata air tersebut digunakan warga Desa Dampit dan Cepogo,” sebutnya.


Edi juga memaprkan bahwa pada Jumat pagi (25/10) terpantau titik api di atas Desa Cepogo, Kecamatan Windusari yang merupakan perbatasan Windusari – Kaliangkrik. “Kami langsung adakan apel pemberangkatan personel tim gabungan ± 30 personel dipimpin oleh Perhutani dan sampai dilokasi pukul 11.00 WIB,” paparnya.

Tim gabungan tersebut langsung lakukan proses pemadaman, akan tetapi terkendala angin yang berhembus cukup kencang. “Karena hal tersebut tim melakukan pembuatan sekat agar api tidak menjalar,” ungkapnya.

Karena hembusan angina tersebut, api memebsar dan mejalar hingga ke petak 2A-6 yang berada di dekat Adipuro. “Api yang menuju ke arah barat sudah dibuat sekat bakar. Dan, 50% yang menuju ke sumber air sudah dapat dipadamkan. Sedangkan yang mengarah ke bawah belum berhasil dipadamkan karena terkendala medan berupa tebing yang curam dan dilanjutkan pemantauan dari basecamp,” terangnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS UNTUK HANDPHONE KALIAN

Sementara untuk update hari Sabtu (26/10) pukul 13.10 wib, Edi meginformasikan bahwa untuk personel dari Desa Ngemplak turun ke arah Desa Ngemplak. Sedangkan untuk personie dari Desa Dampit sudah di batas hutan untuk istirahat.

Untuk personel dari Desa Mangli turun via jalur Desa Mangli. “Dan yang masih di atas masih sekitar 10 personel. Semua tim pemadaman terkendala oleh medan/lokasi/tebing yang terjal, sehingga titik api sulit dijangkau,”pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: