Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » PEDATI UMMagelang Hadirkan Tari Inklusif, Bantu ABK Bangun Keberanian dan Efikasi Diri

PEDATI UMMagelang Hadirkan Tari Inklusif, Bantu ABK Bangun Keberanian dan Efikasi Diri

  • calendar_month 17 menit yang lalu

BNews—MAGELANG— Rendahnya efikasi diri masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam mengikuti proses pembelajaran. Kondisi tersebut juga terlihat pada peserta didik di Rumah Pintar SD Negeri Bulurejo 1 yang pada awal kegiatan cenderung pasif, takut berkomunikasi dengan orang baru, serta lebih memilih menyendiri.

Selain itu, terdapat beberapa anak dengan spektrum tertentu yang awalnya merasa takut ketika mendengar suara sound. Namun, kondisi tersebut perlahan mengalami perubahan. Anak tersebut kini justru senang mendengarkan musik, antusias ketika menari, bahkan sudah mampu bernyanyi.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya lingkungan belajar yang mendukung agar ABK memiliki keberanian sekaligus keyakinan terhadap kemampuan dirinya. Penguatan efikasi diri dilakukan melalui berbagai pengalaman yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba, berpartisipasi, hingga merasakan keberhasilan.

Melihat kondisi tersebut, Tim PKM-PM PEDATI Universitas Muhammadiyah Magelang menghadirkan program PEDATI: Pembelajaran Tari Inklusif Berbasis Community Support System.

Program tersebut dirancang untuk memberikan ruang belajar yang aman, bertahap, dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak.

Latihan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengenalan gerakan, pemberian contoh, praktik secara perlahan, pengulangan, hingga penyusunan berbagai gerakan menjadi satu rangkaian tari.

Pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan setiap peserta secara perlahan mulai memberikan perubahan positif. Anak-anak yang sebelumnya merasa takut dan ragu mulai berani mencoba gerakan, mengikuti irama, serta menunjukkan kemampuan yang mereka miliki.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keberanian sekaligus meningkatkan efikasi diri anak.

Tampil di Pentas Jambore Istimewa

Hasil latihan kemudian mendapat kesempatan untuk ditampilkan dalam Pentas Jambore Istimewa pada 23 Juli 2026 yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional.

Dalam kegiatan tersebut, J menampilkan tari Gugur Gunung, sedangkan R menunjukkan keberaniannya melalui penampilan menyanyi lagu Palembang Baru.

Penampilan tersebut menjadi salah satu momen penting karena J dan R mulai berani tampil di hadapan orang lain sekaligus menunjukkan kemampuan yang mereka miliki.

Tampil di Hari Pramuka

Semangat keberanian yang sama kembali terlihat pada 14 Agustus 2026, bertepatan dengan Hari Pramuka.

Anak-anak Rumah Pintar menampilkan hasil latihan tari inklusif di Lapangan Pandansari, Sumberrejo, Mertoyudan.

Dengan penuh antusias dan keberanian, mereka mampu bergerak mengikuti irama lagu serta menampilkan rangkaian gerakan yang telah dipelajari selama latihan.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran tari inklusif tidak hanya berfokus pada kemampuan anak dalam melakukan gerakan tari.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi ABK untuk mengenali potensi diri, membangun keberanian, serta meningkatkan kepercayaan terhadap kemampuan yang dimiliki.

Melalui dukungan lingkungan dan latihan yang dilakukan secara bertahap, rasa takut dan keraguan perlahan dapat berubah menjadi keberanian untuk mencoba dan tampil.

Program pembelajaran tari inklusif tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ruang belajar yang aman, dukungan lingkungan, dan kesempatan untuk berpartisipasi dapat menjadi bagian penting dalam membantu ABK mengembangkan potensi serta efikasi diri. (adv)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less