Duh Bocah SD dan SMP di Semarang Curi Motor Buat Balap Liar

BNews–SEMARANG-– Bocah 15 dan 11 tahun ini harus diamankan petugas Polrestabes Semarang. Mereka sekongkol mencuri sepeda motor temannya sendiri untuk balap liar.

Kedua bocah ini diketaui berinisial ETP, 15, dan YPA, 11, keduanya warga Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. “Motif tersangka mencuri motor bukan untuk dijual, Mereka akan menggunakannya ajang trek-trekan atau balap liar,” ungkap Kapolsek Tugu Kompol I Ketut Raman (16/3/2020).

Motor itu milik Ali Sidqon, 40 warga Mangkang. Ali menyerahkan motor itu untuk anaknya yang berinisial DK,15, untuk transportasi sekolah.

“Motornya diparkirkan di samping SMP Hasanudin 5 Semarang Mangkang Wetan. Ketika pulang sekolah, DK kaget karena motor milik bapaknya hilang,” tambah Ketut.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (18/2/2020) sekira pukul 12.00 WIB. “DK lalu pulang melaporkan kejadian itu ke bapaknya. Kemudian korban datang ke sekolah anaknya dan mencari sepeda motor tersebut namun tidak ditemukan, Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tugu,” paparnya.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Mendapat laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Tugu melakukan pemeriksaan di tempat kejadian dan melakukan penyelidikan perkara tersebut. Akhirnya penyelidikan berbuah hasil dengan mengamankan para pelaku.

“Hari Minggu (1/3/2020) sekira pukul 14.00 tim Unit Reskrim berhasil mengamankan seorang tersangka YPA bersama saksi EHS, 13  ketika sedang mengendarai motor hasil curian tersebut. Setelah menginterogasi dua anak itu, kami lalu melanjutkan menangkap seorang tersangka utama yaitu ETP di rumahnya di Wonosari Ngaliyan Semarang,” papar Ketut.

Menurut Ketut motor yang dicuri berupa Yamaha Jupiter warna merah bernopol H 2089 AH.  Kondisi bodi motor sudah dipreteli oleh seorang tersangka, bodi motor berada di rumah satu tersangka.

Dia menyatakan proses hukum tetap berjalan, saat ini masih melengkapi berkas-berkas setelah lengkap akan dilimpahkan ke Kejaksaan. Kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian.

“Namun sesuai prinsip diversi karena mereka masih anak-anak dan akan menempuh ujian di Sekolah sehingga kami tidak melakukan penahanan,” pungkasnya. (*/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: