Tragis! Bayi Baru Lahir Ditemukan Tak Bernyawa di Dam Tempuran Sleman
- calendar_month Sab, 8 Nov 2025

Petugas saat evakuasi jazad Bayi di dam kalasan Sleman
BNews—SLEMAN— Warga Dusun Senden II, Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, dibuat geger dengan penemuan jasad bayi di Dam Tempuran pada Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam kondisi mengapung dan sudah meninggal dunia.
Penemuan bermula ketika seorang warga yang sedang memancing mencium bau menyengat di sekitar lokasi. Karena curiga, ia kemudian mencari sumber bau tersebut dan mendapati sesosok bayi mengapung di aliran air dam.
Saksi langsung memanggil perangkat dusun untuk memastikan temuan itu, sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Tak lama setelah laporan diterima, tim gabungan dari Polsek Kalasan, Polsek Ngemplak, Inafis Polresta Sleman, serta perangkat desa dan Babinsa mendatangi lokasi kejadian.
Petugas segera memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan mengumpulkan keterangan dari warga sekitar.
Jasad bayi kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Kalasan untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis dari Puskesmas Kalasan; diketahui bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan sudah meninggal lebih dari 24 jam; serta dalam kondisi lahir cukup bulan dengan panjang sekitar 49,9 sentimeter dan berat sekitar 3,3 kilogram.
Tenaga medis juga menyebut tali pusar bayi tersebut sudah terpotong rapi dan masih terdapat ari-ari. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga diduga bayi lahir secara spontan sebelum akhirnya dibuang ke aliran air.
Kapolsek Kalasan AKP Wartono, S.H. memimpin langsung penanganan kasus ini bersama tim gabungan. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa orang tua bayi malang tersebut serta motif di balik pembuangannya.
“Kami akan menindaklanjuti kasus ini secara mendalam. Dukungan informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Kasus pembuangan bayi seperti ini menjadi perhatian serius di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Aparat berharap masyarakat dapat meningkatkan kepedulian sosial dan segera melapor kepada pihak berwenang jika mengetahui kejadian serupa, agar tragedi kemanusiaan seperti ini tidak kembali terulang. (*)
About The Author
- Penulis: Borobudur News




Saat ini belum ada komentar