Duh…Di Tempat Ini Semua Warganya Dibiarkan Terpapar Covid-19

BNews—NASIONAL—Kasus positif Covid-19 semakin meningkat sejak awal kasus corona terkonfirmasi di Indonesia.  Menjelang 9 bulan, kini total kasus positif di Inonesia mencapai 500 ribu.

Hal tersebut berdasar update corona pada Senin (23/11/2020). Pemerintah mengumumkan adanya 4.442 kasus baru, sehingga total kasus mencapai 502.110 kasus.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio pun mengingkatkan pentingnya menjaga imunitas tubuh. Hal tersebut yang menentukan terinfeksi virus atau tidaknya.

”Intinya adalah kita butuh imunitas, ini akan menentukan kita terinfeksi atau enggak. Ini rumus psycho terjadinya infeksi virulence dikali dose dibagi imunitas. Kalau virulence berubah, kita juga butuh imunitas tinggi,” kata Amin, Senin (23/11/2020). Dikutip dari Kumparan.

Dia berharap, imunitas tersebut berasal dari Individu ke kelompok atau bisa disebut herd immunity. ”Herd immunity inilah saya sebut sebagian besar masyarakat sudah kebal,” ungkapnya.

”Sehingga ketika terjadi penularan dari 1 sumber, kalau orang-orang belum kebal maka yang tertular akan sakit. Tapi kalau sudah diimunisasi walau ada kontak dengan pembawa virus dia tidak akan sakit dan tidak akan menularkan kepada orang lain,” sambungnya.

Dia menjelaskan, herd immunity sendiri bisa dicapai dengan berbagai cara. Salah satunya dengan meminum herbal seperti jamu ataupun empon-empon.

Kemudian, Amin memberikan contoh sebuah negara yang membiarkan orang terpapar corona demi herd immunity.  Bila sebagian besar masyarakat telah terpapar, maka diyakini herd immunity akan muncul.

”Nah di Swedia ada cara masyarakat dipaparkan saja, dibiarkan aja terpapar virusnya akan terjadi kekebalan ke yang selamat. Dan yang tidak kuat dieliminasi,” jelas dia.

Kendati demikian, dia menilai bila cara tersebut tidak baik, tidak etis, dan sangat berisiko. Cara yang elegan, menurutnya adalah menggunakan vaksinasi, karena cara ini adalah cara yang terukur.

”Jadi imunisasi ini penting, kita targetkan 70-80 persen populasi dijadikan kebal dan mereka akan melindungi orang yang vulnerable. Bayi atau anak kecil yang tidak diimunisasi,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: