Duh! Gerbang Samudraraksa Terbengkalai, Pengelolaan Tak Sesuai Target

BNews—JOGJAKARTA— Pembangunan Gerbang Samudraraksa di Perbatasan Kulon Progo-Magelang belum mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Khususnya di wilayah utara kabupaten ini. Hal ini disebabkan pengelolaan gerbang kapal raksasa tersebut tidak sesuai target.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Bupati Kulon Progo, Fajar Gegana. Ia mengatakan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lamban menangkap peluang dengan adanya Gerbang Samudraraksa. Dimana merupakan bagian Proyek Strategis Nasional yakni Kawasan Strategis Pembangunan Nasional (KSPN) Borobudur di Magelang.

”Pengelolaan Gerbang Samudraraksa tidak sesuai target. Organisasi Perangkat Daerah terkait tidak mengindahkan arahan Saya. Sehingga sampai sekarang masih terbengkelai dan belum bisa dimanfaatkan,” katanya.

Ia mengungkapkan, pada akhir Desember 2020, dirinya sudah mengingatkan beberapa OPD untuk segera melakukan kajian regulasi. Apakah mau dikelola pemkab atau dipihakketigakan. Namun yang terpenting harus cepat karena jangan sampai ketinggalan momentum.

”Saat ini sudah terlewatkan momentumnya karena terbengkalai terlalu lama. OPD tidak menghargai maksud dan tujuan Saya meminta percepatan pengelolaan,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku sangat menyayangkan lambannya kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kulon Progo. Dan OPD karena lamban dalam menangkap peluang.

Saat ini, Gerbang Samudraraksa terbengkalai. Kegiatan ekonomi di wilayah utara tidak bergerak. Dan OPD tidak ada langkah konkrit dalam percepatan pengelolaan serta pengembangan Gerbang Samudraraksa.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Sayang sekali ASN yang semacam ini yang membuat Saya prihatin. Aset yang dibuat pusat, kita tinggal mengelola kenapa bisa-bisanya tidak dikebut. Apa tidak malu terhadap masyarakat?,” ujarnya.

Anggota DPRD Kulon Progo dari Fraksi Golkar Wisnu Prasetya menilai Pemkab Kulon Progo lamban menangkap peluang. Hal ini tidak sesuai dengan visi dan misi RPJMD maupun RKPD yakni memanfaatkan Proyek Strategis Nasional untuk kebangkitan ekonomi masyarakat.

”Kami minta pemkab lebih serius dalam melaksanakan pembangunan. Jangan menciderai hati rakyat,” ucapnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR menyerahkan pengelolaan aset Gerbang Samudraraksa pada Pemkab Kulon Progo pada akhir Desember 2020. Hingga saat ini, Gerbang Samudraraksa belum dimanfaatkan dan dikelola oleh pemkab. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: