Duh… Kubah Lava di Tengah Merapi Terus Tumbuh, Ini Kata BPPTKG

BNews—JOGJAKARTA— Meski Gunung Merapi telah dinyatakan erupsi sejak 4 Januari lalu, hingga saat ini kubah lava terpantau terus mengalami pertumbuhan. Meskipun pertumbuhannya masih terbilang kecildibanding erupsi tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengatakan, erupsi Merapi kali ini memiliki dua kubah lava yang masih terus tumbuh. Meskipunpertumbuhannya lambat.

”Volume kubah lava yang berada di Barat Daya teramati sebesar 834 ribu meter kubik pada 18 Maret lalu dengan laju pertumbuhan rata-rata 13 ribu meter kubik per hari. Sedang kubah lava yang berada di tengah kawah volumenya 950 ribu meter kubik dengan pertumbuhan 12,8 ribu meter kubik perhari,” katanya.

Menurutnya, pertumbuhan kedua kubah lava ini masih cenderung kecil. Jika melihat pada erupsi sebelumnya, pertumbuhan kubah lava Gunugn Merapi normalnya sekitar 20 ribu meter kubik perhari.

”Keduanya sama masih kecil dari normalnya erupsi Merapi,” ungkapnya.

Aktivitas guguran baik awan panas guguran maupun guguran lava pada sepekan terakhir menurutnya juga tidak terlalu tinggi. Dengan data-data sejauh ini, menurutnya erupsi Gunung Merapi masih akan berlangsung secara effusive.

”Probabilitas letusan eksplosif tidak meningkat. Tidak ada tekanan magma berlebih yang mencerminkan tambahan laju suplai magma. Jarak jangkau guguran saat ini maksimal 3,2 kilometer. Sementara kubah lava tengah kawah terus tumbuh, sehingga memungkinkan kedepan dapat terjadi guguran dan awan panas kearah kali Gendol,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Sampai saat ini juga belum ada rekomendasi untuk mengungsikan kembali warga lereng Merapi, baik di sisi barat daya maupun tenggara. ”Daerah di luar potensi bahaya saat ini kondusif untuk beraktivitas dengan konsep hidup harmoni dengan Gunung Merapi,” ujarnya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Kali Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih sejauh maksimal lima kilometer. Serta pada sektor tenggara yakni di Kali Gendol sejauh tiga kilometer. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: