Duh… Wanita Cantik Asal Magelang Nekat Tenggak Racun di Toilet Minimarket

BNews—JOGJAKARTA— Seorang wanita warga Dusun Klodran, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupatan Magelang nekat menenggak cairan pemutih pakaian di toilet Minimarket Jogjakarta. Aksi bunuh diri wanita muda berinisial MY, 25 yang menenggak racun ini sempat digagalkan karyawan minimarket.

Peristiwa tersebut terjadi di minimarket daerah Jatimulyo, Kricak, Tegalrejo, Jogjakarta, Rabu petang (17/3). Beruntung, nyawa MY berhasil tertolong setelah saksi sekaligus karyawan minimarket langsung melapor polisi dan membawa korban ke rumah sakit terdekat.

”Hingga kini korban masih dirawat di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan,” ujar Kapolsek Tegalrejo Kompol Supardi, Jumat (19/3).

Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat korban datang sendiri ke lokasi dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat Nopol AA 4594 MG pada Rabu petang. Korban selanjutnya duduk-duduk di depan minimarket.

”Dari keterangan saksi, setelah lama duduk di depan toko, kemudian MY masuk minimarket untuk membeli cairan pemutih pakaian,” kata Kompol Supardi.

Selanjutnya, korban menuju kasir untuk membayar belanjaannya. Sesaat kemudian korban numpang ke kamar mandi. Tanpa curiga, karyawan minimarket memperbolehkan korban untuk menumpang di kamar mandi.

”Tidak lama kemudian, karyawan minimarket ini melihat korban sudah tergeletak di depan kamar mandi dengan keadaan mulut mengeluarkan busa,” jelasnya. 

Diduga saat di kamar mandi itu, korban meminum cairan pemutih pakaian yang barusan dibelinya. Salah satu karyawan yang mengetahui hal itu langsung memanggil petugas parkir untuk meminta bantuan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tegalrejo.

“Setelah ada laporan, kami langsung menuju ke lokasi kejadian. Korban selanjutnya kami bawa ke Rumah Sakit Panti Rapih Jogjakarta,” terangnya.

Saat di rumah sakit itu kemudian cairan di tubuh korban dikeluarkan dan dia pun terselamatkan. Korban kemudian dirawat di rumah sakit.

Imbuh dia, berdasarkan informasi dihimpun, korban nekat melakukan perbuatannya karena mempunyai masalah dengan keluarganya. Diduga korban cekcok dengan orangtuanya dan kabur dari rumah.

”Permasalahan itu muncul karena korban ingin bekerja. Tetapi orangtua korban tidak mengizinkan,” pungkas Supardi. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: