FPI Ganti Nama, Polisi: Silakan Saja, Asal…

BNews—NASIONAL— Mabes Polri mempersilakan organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) mengganti namanya menjadi Front Persatuan Islam. Kabar ganti rupa ini diketahui usai FPI secara resmi dibubarkan oleh pemerintah.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono, FPI dipersilakan mengganti nama. Asalkan menggunakan aturan-aturan yang telah ada.

”Banyak aturan yang ada. Silakan saja aturan-aturan yang ada dijadikan landasan dalam membuat organisasi,” kata Argo dalam konferensi pers, baru-baru ini.

Argo menegaskan, setiap warga negara diperkenankan melakukan kegiatan atau mendirikan organisasi. Tapi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sebelumnya Menko Polhukam Mahfud MD tidak mempermasalahkan pendeklarasian Front Persatuan Islam. Dimana tokoh, pengurus, hingga simpatisannya berasal dari Front Pembela Islam.

”Boleh,” singkat Mahfud MD menjawab pertanyaan wartawan.

Jika ditanyakan mengenai boleh atau tidak pendirian Front Pejuang Islam atau Front Persatuan Islam, pada prinsipnya diperbolehkan. Syaratnya, tidak melanggar hukum dan tak mengganggu ketertiban umum.

”Mau mendirikan Front Penjunjung Islam, Front Perempuan Islam, Forum Penjaga Intelektual, boleh. Prinsipnya asal tidak melanggar hukum. Yang bagus akan tumbuh, yang tak bagus layu sendiri,” cuit Mahfud MD di akun Twitter miliknya, @mohmahfudmd, Jumat (1/1/2021).

Mahfud pun mencontohkan partai-partai yang bersalin rupa. ”Dulu Partai Masyumi bubar kemudian melahirkan Parmusi, lalu PPP, Masyumi Baru, Masyumi Reborn, dan kemudian ada DDII yang legendaris. Secara hukum boleh,” tegasnya.

“Dulu PNI berfusi dan bubar kemudian melahirkan PDI, PDIP, PNBK juga boleh. Dulu NU pecah sampai melahirkan KPP-NU juga boleh, sampai akhirnya bubar sendiri. Partai Sosialis Indonesia yang dibubarkan Era Orde Lama juga melahirkan organisasi-organisasi baru dan intelektual-intelektual brilian juga boleh,” tuturnya.

Menurut Mahfud, saat ini ada 444 ribu organisasi kemasyarakatan dan ratusan partai politik di Indonesia. Dan semuanya tidak dilarang. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: