Gaji Kecil, Guru Honorer di Jogja Banting Setir Ternak Merpati Hias Rp50 Juta Perbulan

BNews—JOGJAKARTA— Menjadi guru honorer selalu identik dengan kesejahteraan minim. Dengan gaji tak seberapa namun banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Hal ini yang lantas membuat Ambar Wahyudi, 38, memutuskan untuk banting setir dari guru honorer menjadi peternak merpati hias. Keputusan warga Dusun Carikan, Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo ini tak salah. Pendapatannya naik berkali lipat dengan menjadi peternak.

Beternak merpati hias memang sudah menjadi aktivitas keseharian Yudi selain menjadi guru honorer yang sudah ia geluti selama kurang lebih sembilan tahun terhitung sejak tahun 2000. Yudi sendiri pernah menjadi guru kelas III di SD Negeri Butuh, Kalurahan Bumirejo.

”Selama sembilan tahun itu, akhirnya saya memutuskan resign karena merasa upah guru non-PNS waktu itu sangat rendah. Sementara, saya sudah berkeluarga dan memiliki satu anak yang harus dihidupi,” kata Yudi pada Senin (10/1).

Keputusan Yudi untuk menekuni ternak merpati hias mendapatkan restu istrinya. Faktor lain yang membuatnya ingin fokus beternak merpati hias adalah banyaknya pelanggan.

”Pelanggan saya kerap datang ke rumah saat saya mengajar. Alhasil, saya kerap izin pulang ke rumah. Itu yang membuat saya tidak enak dengan murid-murid saya. Saya akhirnya memutuskan untuk fokus beternak merpati hias,” ujar Yudi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Kalau saya harus meninggalkan usaha ini (beternak merpati hias) ya saya berat, kalau mengandalkan gaji honorer ya tidak cukup. Untuk beli susu anak saya saja susah,” sambungnya.

Sejak awal berkarier di dunia pendidikan pada tahun 2000, Yudi juga tekun beternak merpati hias. Kini, usaha sampingan yang ia telah tekuni sejak lama itu justru menjadi tumpuan utamanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Awalnya, Yudi fokus beternak merpati hias lokal, salah satunya jenis ekor kipas. Usaha Yudi terbilang cukup sukses. Saat awal-awal, ia mampu menghasilkan cukup pundi-pundi rupiah. Sepasang merpati jenis ini dihargai sekitar Rp200 ribu. Dalam sebulan, ia dapat menjual belasan pasang dengan omzet jutaan rupiah.

Perlahan Yudi mengumpulkan uang untuk mengepakkan sayapnya dengan membeli merpati hias Eropa yang ia lihat dari media sosial. Namun, Yudi harus merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, harga sepasang merpati hias jenis norwitch copper waktu itu mencapai Rp25 juta.

”Itu pun harus diimpor dari Jerman. Saya tidak putus asa dengan mencoba menghubungi kolega saya yang juga berada di Eropa. Karena keterbatasan modal, mampunya ambil ya cuma dua pasang Itu. Nah ternyata dari indukan ini bisa berkembang. Setiap bulannya bisa menghasilkan telur antara tiga hingga lima butir,” kata Yudi.

Kehadiran sepasang merpati hias asal Eropa di kandang ternak Yudi akhirnya membuat jenis merpati hias yang dimilikinya beragam. Di antaranya, fairly swallow asal Kroasia, merpati lahore dan merpati chenes owl asal Tiongkok, serta river swing pouter dan merpati saint asal Amerika. Harga yang dipatok yaitu kisaran Rp3,5 juta hingga Rp5 juta perpasang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Dalam sebulan saya bisa menjual sekitar 20 pasang merpati hias dengan omzet mencapai Rp50 juta. Nah, kalau pas masa pandemi ini permintaan meningkat pesat. Beberapa bulan terakhir ini aja saya bisa dapat Rp70-Rp90 juta. Kalau rata-rata omzetnya hanya Rp40-50 juta. Ini sebelum pandemi corona,” bebernya.

Merpati hias Yudi tidak hanya diminati di dalam negeri seperti di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat. Akan tetapi, konsumennya juga berasal dari luar negeri. Untuk luar negeri dirinya pernah mengekspor ke Malaysia.

”Sebenarnya di luar itu permintaan banyak banget apalagi dari Timur Tengah. Cuma karena stok terbatas, jadi belum bisa memenuhi semuanya,” jelasnya.

”Tingginya permintaan merpati hias impor ini tak lepas dari banyaknya peminat sejak beberapa tahun terakhir. Kebanyakan, dari mereka adalah kolektor burung. Beberapa konsumen saya membeli burung ini untuk keperluan kontes,” lanjut dia.

Ia sendiri kerap mengikuti kontes merpati hias. Dari situ, banyak peminat merpati hias meliriknya. Bahkan, ada konsumen yang membeli merpati hias miliknya yang pernah juara.

”Bahkan, dibeli sekalian sama pialanya,” pungkas Yudi. (*)

Sumber: Solopos

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: