Dua Terdakwa Kasus Penambangan Alat Berat Ilegal Diadili di Pengadilan Mungkid

BNews—MUNGKID— Kasus dugaan kegiatan penambangan alat berat illegal dengan terdakwa Hr dan Rn, memasuki tahap penuntutan dalam siding perkara kasus Kerusakan Lingkungan Akibat Kegiatan Pertambangan. Namun, dalam sidang ditunda karena jaksa penuntut umum belum selesai menyusun dakwaan.

Informasi yang dihimpun borobudurnews, kasus ini sudah disidang sejak 18 April lalu. Dimana, ada dua terdakwa yang ditetapkan namun dengan berkas terpisah. Kedua terdakwa ditahan sejak penyidikan Polres Magelang.

Dikutip dari laman Sistem Informasi Perkara PN Mungkid, kedua terdakwa sudah menjalani sidang pada tahap tuntutan. Sebagai jaksa adalah Fitri Rachmawati, SH.

Kasus ini bermula ketika kedua tedakwa ditangkap oleh kepolisian pada 22 Januari lalu. Dimana, mereka melakukan tindak pidana penambangan illegal dengan alat berat di lahan eks Dusun Ngori, Desa Kemiren Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang.

Loading...

Kegiatan penambangan itu dianggap illegal karena terdakwa tidak memiliki ijin IUP, IPR, IUPK. Dimana ketentuan itu diatur dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Bersama para terdakwa, sejumlah barang bukti disita. Diantaranya, dua unit beghoe, satu buah ayakan segitiga, truk pasir, dan uang tunai senilai Rp 870 ribu. (bn1/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: