Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Gandeng Dosen, HMJM Untidar Kenalkan Aplikasi AI ‘Reka’ ke UMKM Disabilitas

Gandeng Dosen, HMJM Untidar Kenalkan Aplikasi AI ‘Reka’ ke UMKM Disabilitas

  • calendar_month 0 menit yang lalu

BNews–MAGELANG– Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, para pelaku usaha penyandang disabilitas di Kabupaten Magelang menunjukkan bahwa keterbatasan
fisik bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan mengembangkan usaha. Semangat itu terlihat dalam kegiatan “RUANG TUMBUH: Melatih Kreativitas dan Pengembangan Pelaku Usaha Disabilitas di Era Digital”. Hasil kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) dan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Tidar.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan program kerja tahunan HMJM Mengabdi 2026 yang pada kali ini berkolaborasi dengan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Tidar. Para peserta yang merupakan komunitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penyandang disabilitas dikenalkan dengan “Reka”, aplikasi
desain berbasis Artificial Intelligence (AI).

Mahasiswa dan dosen diharapkan mampu menjadi jembatan untuk memperkenalkan Aplikasi Reka sebagai alat bantu membuat media promosi usaha secara sederhana dan praktis bagi pelaku usaha penyandang disabilitas. Kegiatan dilaksanakan di Balkondes Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh komunitas pelaku usaha penyandang disabilitas, perwakilan paguyuban, dosen Pembina HMJM, serta jajaran pengurus dan panitia HMJM Fakultas Ekonomi Universitas Tidar. Total peserta yang hadir tercatat sebanyak 30 Pelaku UMKM penyandang disabilitas wanita.

“HMJM Mengabdi merupakan kegiatan sosial yang berfokus pada pengembangan digital REKA berbasis AI untuk penyandang disabilitas. Saya berharap peserta dapat memperluas wawasan melalui pelatihan ini.” ujar Ketua Panitia HMJM Mengabdi, Ezzy Hendry Wardhana dalam sambutannya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dosen Fakultas Ekonomi Universitas Tidar, Satrio Tegar Sadewo, S.AB., M.M., mengenai pengenalan AI dan perannya dalam kewirausahaan digital. Pada sesi ini, Satrio berfokus pada praktik langsung penggunaan aplikasi Reka untuk membuat konten promosi usaha, seperti mendesain media pemasaran, membuat promo diskon, serta merevisi gambar dan teks produk secara praktis.

Sesi ini diselingi ice breaking yang memberi ruang bagi peserta untuk lebih rileks dan aktif berinteraksi sebelum memasuki sesi berikutnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Materi kedua disampaikan oleh dosen Fakultas Ekonomi Universitas Tidar, Reni Eka Septiani, S.Pd., M.E., yang berfokus pada praktik langsung penggunaan Aplikasi Reka sebagai alat bantu kegiatan rumah tangga, seperti mencari resep masakan, cara mengerjakan tugas, membuat jadwal liburan yang nantinya dapat mempermudah kegiatan ibu rumah tangga.

(foto: ist)

Selama praktik, peserta didampingi langsung oleh mahasiswa panitia yang sebelumnya telah
mendapat pelatihan penggunaan Aplikasi Reka.
Sesi motivasi turut disampaikan oleh Kasihan selaku Ketua Paguyuban, yang mengajak para pelaku usaha penyandang disabilitas untuk terus percaya diri mengembangkan usahanya di tengah kemajuan teknologi.

Kasihan juga mengucapkan terima kasih kepada Satrio dan tim atas pelatihan digital marketing. Kegiatan pengabdian masyarakat pertama di Magelang ini belum dihadiri seluruh anggota terutama penyandang disbilitas tunanetra karena kendala mobilitas, sehingga diharapkan berikutnya dapat menjangkau semua penyandang disabilitas.

Dibantu Dwiyani sebagai getuk tular kepada ibu-ibu penyandang disabilitas, pelatihan ini diarahkan untuk mengembangkan usaha. Dia berharap komunitas disabilitas Magelang semakin terkoordinasi dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) yang belum ada di Magelang dapat segera diluncurkan.

Pelatihan REKA diharapkan memberi manfaat bagi penyandang disabilitas. Tanggapan peserta terhadap kegiatan pelatihan digital REKA berbasis AI sangat positif.

Sebagian besar peserta mengaku baru pertama kali mengenal aplikasi desain berbasis AI. Namun mereka menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi praktik berlangsung, khususnya saat mencoba fitur-fitur Aplikasi REKA untuk membuat desain promosi usaha masing-masing.

IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Salah satu peserta, Umu Ngafingasih menyampaikan bahwa selama ini usahanya bergerak di bidang penjualan singkong mentah di Pasar Blabak dengan bahan baku yang dipasok dari kebun sendiri. Saat ini, dia sedang merancang inovasi produk berupa keripik telo.

peserta lain, Wati mengungkapkan rasa syukurnya karena telah mengikuti pelatihan membatik. Dia kerap diundang menjadi instruktur batik di berbagai tempat, termasuk untuk mahasiswa asing, serta terlibat dalam berbagai event di Balai Karya.

Usaha batik difabel yang dirintisnya telah berjalan hampir tiga tahun. Produksi dilakukan di rumah dan di Balai Yayasan Karya, yang juga memiliki kedai yang dilayani oleh teman-teman difabel. Yayasan tersebut menyediakan pelatihan membatik gratis selama lima hari bagi penyandang disabilitas, sedangkan untuk peserta non-difabel dikenakan biaya. Selain
membatik, yayasan juga membuka pelatihan menjahit, elektro, dan art resin secara
gratis untuk difabel. Kedai buka pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Dinda adalah seorang ibu rumah tangga yang mendampingi suami penyandang disabilitas tuna daksa. Suaminya memproduksi kerajinan kayu, seperti almari, pintu, jendela, dan kursi. Dia mempromosikan produk tersebut kepada
seluruh peserta yang berkenan memesan. Selain itu, dia menjabat sebagai Sekretaris NPC (National Paralympic Committee) Kabupaten Magelang.

Dia mengimbau kepada penyandang disabilitas usia 17–30 tahun yang memiliki potensi
di bidang olahraga untuk bergabung, dengan harapan dapat membuka rezeki serta
diberikan fasilitas yang memadai.

Melalui kegiatan “RUANG TUMBUH”, HMJM dan dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Tidar menegaskan komitmen kolaborasinya untuk terus menghadirkan program pengabdian masyarakat yang inklusif, relevan, dan berdampak nyata bagi kemandirian ekonomi kelompok disabilitas di era digital. (ADV)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less