Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Gebrakan Prabowo Soal Gentengisasi Nasional, Ini Respon Cepat Bupati Magelang

Gebrakan Prabowo Soal Gentengisasi Nasional, Ini Respon Cepat Bupati Magelang

  • calendar_month Ming, 8 Feb 2026

BNews-MAGELANG – Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Magelang untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait program penggantian atap seng menjadi genteng atau gentengisasi.

“Imbauan dari Pak Presiden kami sambut baik. Kami akan dukung (gentengisasi),” ucapnya kepada Kompas.com, Jumat (6/2/2026).

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan agar seluruh atap rumah masyarakat yang masih menggunakan seng dapat diganti dengan genteng. Menurutnya, atap seng dinilai lebih panas dan mudah berkarat dibandingkan genteng tanah liat yang lebih kuat dan tahan lama.

Gagasan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi nasional pemerintah pusat dan daerah tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, pada 2 Februari 2026. Dalam forum itu, Prabowo mencetuskan proyek gentengisasi sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Menanggapi kebijakan tersebut, Grengseng Pamuji menilai program gentengisasi juga akan membawa dampak positif bagi perajin dan pelaku usaha genteng lokal. Dengan meningkatnya permintaan, produk genteng dinilai mampu bersaing dengan material atap lain seperti asbes.

“Dan, kita bisa buktikan genteng bertahan puluhan tahun. Asbes bertahan beberapa tahun,” ujarnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu juga menyebut tidak menutup kemungkinan penggunaan genteng akan diterapkan dalam program perbaikan rumah tidak layak huni di Kabupaten Magelang.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Itu nanti dikalkulasi. Biar DPRKP [Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman] buat dulu protipenya.”

Selain itu, Pemkab Magelang berencana menerbitkan surat edaran terkait penggunaan genteng apabila pemerintah pusat telah mengeluarkan regulasi resmi mengenai program gentengisasi.

Dari sisi pendanaan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa anggaran program tersebut akan dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Ia memastikan kebutuhan anggaran tidak terlalu besar.

“Gentengisasi tidak sampai Rp 1 triliun,” ujar Purbaya seusai menghadiri Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, perhitungan anggaran masih bersifat kasar namun tetap dapat dikendalikan. Pemerintah juga memiliki ruang pendanaan dari cadangan anggaran yang tersedia, bahkan membuka kemungkinan memanfaatkan dana dari pos Makan Bergizi Gratis maupun sumber lain.

“Ada kemungkinan dari situ (MBG), ada kemungkinan dari tempat lain. Tapi cukuplah tidak banyak-banyak banget kalau tidak salah anggarannya,” tuturnya.

Purbaya menjelaskan, estimasi anggaran besar yang beredar sebelumnya muncul karena asumsi keliru seolah seluruh rumah akan diganti atapnya. Padahal, program gentengisasi hanya menyasar rumah tertentu yang masih menggunakan atap seng, sehingga jumlahnya relatif kecil dari total rumah di Indonesia.

Program ini difokuskan pada penggantian atap seng dengan genteng berbahan batuan atau material lain yang dinilai lebih layak; aman, serta lebih ramah lingkungan. Dengan cakupan sasaran yang terbatas, kebutuhan anggaran menjadi jauh lebih efisien dibanding perkiraan awal.

Gentengisasi sendiri menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Asri, Aman, Sehat, Resik, Indah, yang juga terintegrasi; dengan upaya perbaikan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan peningkatan kualitas permukiman masyarakat. (*)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less