Geger…Tiap Desa di Magelang Dipungut Rp 8 Juta Untuk Bayar Aplikasi Kawal Dana Desa

BNews–MUNGKID– Keberadaan Sistem Informasi Jaga Kawal Dana Desa (Si Jaka) mendapat keluhan beberapa Kepala Desa Di Kabupaten Magelang. Pasalya setiap Desa harus keluarkan Rp 8 juta yang diambilkan dari dana desa untuk aplikasi tersebut.

Jika diakumulasi jumlah Desa di Kabupaten Magelang yakni 367 Desa. Jika dikali Rp 8 juta setiap desa makan  akan terkumpul Rp 2,9 Miliar lebih untuk sebuah Aplikasi pengawasan tersebut.

Salah satu kepala desa di Kecamatan Mertoyudan, Slamet, membenarkan hal tersebut. Dana sebesar Rp.8 juta yang diambilkan dari dana desa ini disetor ke pihak ketiga, (penyedia Aplikasi).

“Benar, bahwa kami ditarik uang sebesar Rp 8 juta ke pihak ketiga. Namun disayangkan kok dadakan, mengapa tidak akhir tahun agar bisa kita masukan RAB,” katanya dikutip Kabar Magelang (12/8/2020).

Diapun menyatakan bahwa untuk sebuah Aplikasi yang dibilang sederhana tersebut harganya dinilai cukup mahal.

“Kami bersama paguyuban desa Kabupaten Magelang setuju untuk membayar segitu. Ya bagaimana mau tidak bayar tapi teman-teman ikut semua,” ujar Slamet.

Sementara salah satu Kepala Desa di Borobudur yang tidak bersedia disebut namanya mengaku bahwa sebenarnya keberatan dengan biaya sebesar itu. Diapun merasa belum paham dengan adanya pengadaan tersebut.

Loading...

“Lha kita ini mau diawasi, kok yang disuruh menyediakan alat untuk pengawasan kita, dengan biaya kita. Tetapi karena sudah jadi kesepakatan ya bagaimana lagi. Kalau ditotal seluruh desa di Magelang wahh mencapai Rp 2,9 M lebih itu,” tambahnya.

Sementara sebelumnya dikukan sosialisasi aplikasi tersebut yang dibuka oleh Bupati Magelang pada 27-29 Juli 2020. Serta Bimtek pada 3-5 Agustus 2020 lalu dengan nara sumber pihak Kejaksaan Negeri Magelang.

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: